Sabtu, 24 Januari 2026

Manfaat Renang: Jaga Jantung, Panjangkan Usia, hingga Tingkatkan Fungsi Otak

Berita Terkait

Ilustrasi berenang
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Renang bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga olahraga lengkap yang baik untuk jantung, otot, paru-paru, hingga kesehatan mental. Aktivitas ini bisa dilakukan oleh semua kalangan, mulai anak-anak, orang dewasa, hingga lansia, bahkan aman untuk ibu hamil.

Selain membantu membakar lemak perut dan meningkatkan kekuatan otot, renang juga dapat menjadi rutinitas olahraga yang mendukung tubuh sehat, pikiran segar, dan berat badan ideal.

Dalam program Just One Thing yang dilansir BBC, Dr Michael Mosley menjelaskan bahwa renang mampu meregangkan pembuluh darah, membantu daya ingat, meningkatkan ketangkasan mental, bahkan berpotensi memperpanjang usia.

“Ketika Anda berenang dengan intensitas tinggi, banyak kelompok otot yang bekerja sekaligus melawan bebanan air,” kata Mosley.

Penelitian menunjukkan, hanya dengan 20 menit berenang, fungsi otak bisa meningkat. Salah satu manfaat terbesar olahraga ini adalah efeknya terhadap arteri yang berfungsi sebagai penyangga aliran darah.

Profesor Hiro Tanaka dari Universitas Texas, Austin menemukan, program renang selama tiga bulan mampu mengurangi kekakuan arteri sekaligus menurunkan tekanan pada organ tubuh lain.

Sementara itu, penelitian di Universitas South Carolina terhadap lebih dari 40 ribu pria berusia 20 hingga 90 tahun selama 13 tahun membuktikan, perenang memiliki risiko kematian jauh lebih rendah dibanding mereka yang tidak aktif.

Bahkan, perenang 50 persen lebih kecil kemungkinan meninggal akibat semua penyebab dibanding pelari atau pejalan kaki.

Kajian juga menunjukkan, olahraga darat seperti berjalan atau berlari tidak memberikan dampak sebesar renang terhadap fungsi kognitif.

“Berada di dalam air meningkatkan aliran darah ke otak,” jelas Tanaka.

Posisi tubuh saat berenang, baik telentang maupun tiarap, membantu memperlancar aliran darah ke otak dibanding posisi tegak saat berjalan atau bersepeda.

Eksperimen Tanaka juga membuktikan, olahraga darat seperti bersepeda atau berjalan bila dilakukan di air memberi manfaat tambahan.

Gerakan tangan dan kaki merangsang lebih banyak area otak, sementara tekanan hidrostatik meningkatkan aliran darah ke otak. Setelah tiga bulan, fungsi kognitif dan kondisi pembuluh darah peserta menunjukkan peningkatan signifikan.

Bahkan, berjalan di kolam dangkal bisa menjadi olahraga efektif karena air memberikan resistensi alami. “Anda akan berjalan lebih kuat dalam air dibandingkan di darat,” tambah Tanaka.

Untuk hasil optimal, Tanaka menyarankan renang tiga kali seminggu selama 20-30 menit per sesi. Yang terpenting, tetap aktif bergerak sepanjang berada di dalam air.

Bagi penderita cedera lutut atau masalah sendi lain, renang menjadi pilihan aman karena lebih lembut dibandingkan berlari atau berjalan jauh. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Update