
batampos – Lupa memang hal yang wajar, apalagi seiring bertambahnya usia. Namun jika kondisi ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa jadi itu bukan sekadar pikun biasa. Dalam beberapa kasus, gejala lupa justru menjadi tanda awal demensia.
Mengutip data dari WHO dan Alzheimer’s Disease International, demensia adalah kumpulan gejala penurunan fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, perilaku, hingga mengganggu aktivitas harian penderitanya.
Sayangnya, gejala awal demensia sering kali tidak disadari. Salah satu tanda paling umum adalah sering lupa meletakkan barang, menanyakan hal yang sama berulang kali, atau kesulitan menyelesaikan tugas-tugas sederhana seperti memasak menggunakan resep yang sudah dikenal.
“Pikun bukanlah bagian normal dari penuaan,” tulis Alzheimer Indonesia dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, Senin (28/7). Demensia juga dapat ditandai dengan disorientasi terhadap waktu dan tempat—seperti lupa tanggal, hari, bahkan jalan pulang ke rumah.
Penderita juga bisa mengalami gangguan komunikasi, seperti sulit menemukan kata yang tepat atau memberikan jawaban yang tidak sesuai konteks. Gejala lain yang tak kalah mencolok adalah perubahan suasana hati dan kepribadian. Orang yang biasanya ceria bisa tiba-tiba menjadi mudah tersinggung, curiga, atau menarik diri dari lingkungan sosial.
Fakta yang mengejutkan, demensia saat ini menjadi penyebab kematian ketujuh tertinggi di dunia serta penyebab utama kecacatan dan ketergantungan pada lansia.
Alzheimer Indonesia menekankan pentingnya deteksi dini dan edukasi kepada keluarga. “Dengan memahami tanda-tanda awal, keluarga bisa membantu merancang pola komunikasi dan perawatan yang lebih efektif,” tulis lembaga tersebut. (*)
Reporter: Juliana Belence
