Minggu, 25 Januari 2026

Lontong Usus Legendaris Tanjungpinang Masih Jadi Primadona Sarapan Sejak 1975

Berita Terkait

Lontong usus Tanjungpinang
Rizal tengah menyiapkan lontong usus pesanan pelanggan di warung lontong usus Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Meski kian banyak pilihan menu sarapan modern di Tanjungpinang, lontong usus tetap menjadi sajian favorit yang tak lekang oleh waktu. Kuliner klasik yang mulai dikenal sejak 1975 ini masih digemari masyarakat sebagai menu pembuka hari yang kaya rasa dan penuh cerita.

Lontong usus pertama kali dipopulerkan oleh Almarhumah Nuraini dari dapur rumahnya. Ia mulai berjualan di Pasar Baru Jalan Pelantar II sebelum akhirnya menetap di depan pertokoan SMA Negeri 2, Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang.

Kini, usaha tersebut diteruskan oleh putrinya, Epi (50), yang tetap mempertahankan cita rasa dan resep orisinal warisan ibunya.

“Awalnya ibu jualan di Pasar Baru, lalu pindah ke Jalan Pasar Ikan, dan sekarang menetap di Basuki Rahmat,” kata Epi saat ditemui, Rabu (30/7).

Lontong usus bukan sekadar sarapan biasa. Hidangan ini terdiri dari lontong yang disiram kuah santan kuning kental berisi sayur nangka, kacang panjang, dan buncis. Yang menjadi pembeda, adalah tambahan usus sapi isi telur yang dimasak dengan rempah hingga empuk dan gurih.

Sebagai pelengkap, kerupuk merah atau jingga turut dihidangkan untuk menambah sensasi gurih dan tekstur renyah dalam setiap suapan.

Selain lontong usus, pelanggan juga bisa memilih menu lain seperti lontong rendang, lontong ayam gulai kampung, lontong tunjang, dan lontong telur.

“Semua bumbu kami giling sendiri. Santannya juga dari kelapa parut, bukan instan. Usus direbus lama supaya empuk dan bersih,” jelas Epi.

Selama hampir lima dekade, cita rasa khas lontong usus ini terus menarik pelanggan dari berbagai kalangan. Setiap pagi, warung sederhana Epi tak pernah sepi.

Bahkan, banyak pelanggan tetap yang telah menyantap lontong usus sejak kecil dan kini datang kembali bersama anak dan cucu mereka.

“Alhamdulillah, pelanggan kami loyal. Banyak yang bawa lontong usus ini pulang ke luar kota buat oleh-oleh,” ucap Epi bersyukur. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar 

Update