
batampos – Tahun 2025 menjadi momen besar dalam sejarah ekonomi global yang dipicu oleh ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
AI bukan hanya menjadi tren, tetapi sumber penciptaan kekayaan kelas dunia. Lahirnya puluhan miliarder baru dan perubahan signifikan dalam peta kekayaan global.
“Gelombang investasi dan inovasi AI sepanjang 2025 telah menciptakan lebih dari 50 miliarder baru yang kekayaannya berasal dari perusahaan dan startup AI di berbagai sektor,” tulis laporan analis global, dikutip dari VnExpress International, Selasa (6/1).
Mulai dari model AI generatif, infrastruktur data center hingga layanan AI berskala besar sukses menciptakan banyak miliarder.
Perusahaan – perusahaan AI yang sukses dalam pengembangan teknologi inti, seperti model bahasa besar, sistem otomatisasi, dan solusi AI industri menjadi pendorong utama munculnya miliarder baru ini.
Lanskap bisnis yang berubah cepat membuat sebagian pendiri startup AI melonjak masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Tidak hanya miliarder baru, kekayaan para elite teknologi juga melonjak tajam.
Sepuluh individu terkaya di dunia, termasuk pemimpin perusahaan seperti Elon Musk, Larry Page, Sergey Brin mengalami penambahan kekayaan gabungan ratusan miliar dolar di 2025.
Sebagian besar berkat peningkatan valuasi saham perusahaan teknologi yang digerakkan oleh AI.
Sebuah laporan lain mencatat bahwa boom AI telah menambah lebih dari setengah triliun dolar ke kekayaan para miliarder teknologi AS saja selama tahun ini.
Lonjakan ini mendorong total kekayaan para miliarder dunia mencapai rekor baru.
“Lima ratus orang terkaya di dunia mencatat pertumbuhan kekayaan kolektif yang sangat besar,” tulis laporan indeks miliarder global 2025, dikutip dari The Guardian.
Sebagian besar terakumulasi melalui sektor teknologi dan AI. Keseluruhan perubahan tetap kuat mengarah ke konsentrasi kekayaan di tangan penggerak teknologi canggih, terutama AI.
Meskipun AI menjadi mesin pencipta kekayaan luar biasa di 2025, beberapa pakar pasar mengingatkan bahwa pertumbuhan juga membawa risiko volatilitas pasar. Banyak valuasi ditopang oleh ekspektasi masa depan yang sangat tinggi.
Tidak dapat disangkal bahwa AI menjadi kekuatan utama dalam mengubah peta kekayaan global di era modern. (*)
