
batampos – Banyak pengendara mobil masih belum memahami arti angka dan huruf pada kemasan oli, padahal informasi ini penting untuk menentukan usia pakai dan performa mesin kendaraan.
Angka dan huruf yang tercantum di botol oli menunjukkan tingkat kekentalan pelumas pada suhu rendah maupun tinggi. Kode tersebut dibuat berdasarkan standar Society of Automotive Engineers (SAE) melalui SAE J300.
“Kode angka dan huruf pada oli menjelaskan tingkat kekentalan oli pada kondisi suhu rendah maupun tinggi,” tulis SAE, dikutip dari Britannica, Jumat (7/11/2025).
Contohnya, kode “10W-40” dibaca dengan angka sebelum huruf “W” menunjukkan kekentalan oli pada suhu dingin, sedangkan angka setelahnya menunjukkan kekentalan oli saat mesin berada pada suhu kerja normal.
Huruf “W” sendiri berarti winter (musim dingin). Dengan demikian, kode “10W-40” menandakan oli yang tetap encer saat suhu rendah sehingga mudah mengalir (10W), namun cukup kental saat suhu tinggi untuk menjaga lapisan pelumas mesin (40).
Empat Cara Membaca Kode Oli agar Tidak Salah Pilih:
1. Perhatikan angka sebelum huruf “W”. Semakin tinggi angkanya, semakin kental oli di suhu dingin, sehingga bisa sulit mengalir saat start.
2. Cek angka setelah “W”. Jika terlalu rendah, oli akan terlalu encer saat mesin panas dan bisa meningkatkan keausan.
3. Ikuti rekomendasi pabrikan. Jenis dan angka SAE disarankan sesuai model, tipe mesin, dan kondisi iklim.
4. Ketahui bahwa angka SAE hanya menunjukkan viskositas. Kualitas oli ditentukan juga oleh standar API (American Petroleum Institute) atau ILSAC (International Lubricants Standardization and Approval Committee).
Kesalahan memilih oli dapat berpengaruh pada performa mesin dan konsumsi bahan bakar. Pengemudi disarankan selalu memeriksa spesifikasi oli sesuai anjuran pabrikan agar mesin lebih awet dan efisien.
Dengan memahami arti angka dan kode oli, pemilik kendaraan dapat memilih pelumas yang tepat sesuai kondisi iklim dan kebutuhan mesin.(*)
Reporter: Juliana Belence
