
batampos – Proses penyembuhan luka tidak hanya bergantung pada perawatan medis, tetapi juga dipengaruhi pola makan sehari-hari. Jika pola makan tidak teratur dan salah memilih asupan, proses pengeringan luka bisa terhambat.
Saat luka terjadi, tubuh akan memicu peradangan untuk melawan infeksi dan memecah jaringan yang rusak. Sistem kekebalan tubuh berperan penting dalam menangkap bakteri serta membangun kembali jaringan. Karena itu, tubuh membutuhkan energi, protein, vitamin, dan mineral agar penyembuhan luka berlangsung optimal.
Mengutip Innovative Wound Care Specialists, ada lima makanan yang sebaiknya dihindari saat mengalami luka:
1. Makanan dan minuman tinggi gula
Kue, donat, permen, hingga minuman manis bisa meningkatkan kadar gula darah. Pola makan tinggi gula berdampak langsung pada peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh.
2. Makanan olahan dan gorengan
Burger, nugget, kentang goreng, hingga makanan beku mengandung lemak tidak sehat. Kandungan pengawet dalam makanan olahan juga dapat meningkatkan peradangan.
3. Makanan tinggi sodium
Daging olahan, makanan kaleng, dan fast food biasanya tinggi garam. Konsumsi berlebih bisa memicu retensi cairan, mengganggu sirkulasi, serta memperlambat penyaluran nutrisi ke luka.
4. Alkohol dan kafein
Alkohol dapat melemahkan sistem imun, mengganggu penyerapan nutrisi, dan menyebabkan dehidrasi. Kafein bersifat diuretik sehingga mengurangi volume darah dan pasokan nutrisi ke luka.
5. Makanan pedas dan asam
Cabai, jeruk, dan tomat sebaiknya dihindari karena bisa menimbulkan iritasi, peradangan, hingga ketidaknyamanan pada sistem pencernaan yang berimbas pada proses pemulihan luka.
Agar luka cepat sembuh, disarankan memperbanyak konsumsi protein, vitamin C, zinc, dan cairan yang cukup. Nutrisi tersebut dapat membantu pembentukan kolagen sekaligus mempercepat regenerasi sel kulit.
Selain menjaga pola makan, kebersihan luka juga tak kalah penting untuk mendukung proses pemulihan. (*)
Reporter: Juliana Belence
