Minggu, 25 Januari 2026

Kesepian Ternyata Bisa Jadi Pemicu Kecanduan

Berita Terkait

Ilustrasi kesepian.
Ilustrasi kesepian. F. Freepik

batampos – Pernah merasa terjebak dalam rutinitas yang membosankan, lalu tanpa sadar mulai mengandalkan kopi berlebihan, scroll media sosial berjam-jam, atau terus-menerus maraton nonton film demi merasa lebih baik?

Mungkin tanpa kita sadari, itu bukan sekadar kebiasaan buruk, bisa jadi itu adalah bentuk kecanduan yang bermula dari satu hal sederhana, yaitu kesepian.

Dalam video dari salah satu kanal youtube populer yang membahas isu psikologi yakni Psych2Go, dijelaskan bahwa setelah eksperimen Rat Park yang terkenal pada tahun 1970-an, ada perspektif baru soal adiksi dan hubungannya dengan kesepian.

Percobaan tersebut, dilakukan dengan mengurung seekor tikus sendirian dalam kandang dengan dua pilihan air, yakni biasa dan air bercampur morfin. Tikus tersebut ternyata memilih morfin dan menjadi sangat kecanduan.

Namun ketika dipindahkan ke “Rat Park”, kandang luas berisi teman-teman tikus, mainan, dan ruang untuk bersosialisasi, si tikus tak lagi tertarik pada morfin. Artinya koneksi sosial bisa jadi obat paling ampuh untuk kecanduan.

Di era digital saat ini, banyak dari kita memiliki ratusan “teman” di media sosial, namun tetap merasa kesepian secara emosional.

Ketika rasa hampa itu tak diisi oleh relasi yang bermakna, berbagai bentuk pelarian muncul, dari alkohol, pornografi, makanan, hingga video game.

Bukan berarti semua bentuk hiburan buruk, tetapi jika dilakukan secara berlebihan dan menjadi pelarian dari perasaan kosong, itu bisa mengarah ke kecanduan.

Maka dari itu, penting untuk mulai membangun kembali koneksi dengan orang-orang di sekitar.

Mulailah dari hal sederhana: ngobrol dengan teman lama, ikut kegiatan sosial, atau sekadar menyapa tetangga.

Terkadang, kehadiran orang lain yang benar-benar peduli bisa jadi penawar dari keinginan untuk mengisi kekosongan itu lewat hal-hal yang merusak.

Kesimpulannya, kecanduan sering kali bukan soal kelemahan pribadi, tapi karena kita kehilangan hal paling dasar yang dibutuhkan manusia: rasa memiliki dan koneksi.

Jadi, sebelum mencari pelarian, coba cari pelukan, percakapan, atau pertemanan yang tulus. Siapa tahu, itu yang sebenarnya kita butuhkan. (*)

SourceJPGroup

Update