Rabu, 21 Januari 2026

Kerja Sama Tesla dengan Tiongkok Jadi Kunci Ekspansi Global Kendaraan Listrik

Berita Terkait

Tesla. F. x.com/MarioNawfal.

batampos – Tesla disebut memanfaatkan dinamika kerja sama perdagangan antara Tiongkok dan Kanada sebagai bagian dari strategi ekspansi global kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Kesepakatan tersebut membuka peluang bagi Tesla untuk kembali mengekspor mobil listrik produksi Tiongkok ke pasar internasional, khususnya Kanada.

Hubungan dagang ini tidak berbentuk perjanjian investasi langsung antara Tesla dan pemerintah Tiongkok. Namun, kebijakan tersebut berkaitan dengan aturan impor kendaraan listrik buatan Tiongkok ke Kanada yang diputuskan pada Januari 2026.

Dalam kebijakan terbaru itu, Kanada menurunkan tarif impor kendaraan listrik dari Tiongkok secara signifikan. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengatakan tarif impor EV asal Tiongkok dipangkas dari 100 persen menjadi 6,1 persen dengan kuota impor hingga 49.000 unit per tahun.

“Kuota tersebut berpotensi meningkat hingga 70.000 unit per tahun dalam lima tahun ke depan,” ujar Carney seperti dikutip Reuters, Rabu (21/1).

Kesepakatan perdagangan ini juga mencakup pengurangan tarif Tiongkok terhadap sejumlah produk pertanian Kanada, termasuk canola. Meski kebijakan tarif rendah tersebut pada awalnya dirancang untuk produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, Tesla dinilai ikut diuntungkan secara tidak langsung.

Saat ini, Tesla mengoperasikan Gigafactory Shanghai yang memproduksi Model 3 dan Model Y. Dengan adanya pelonggaran tarif, Tesla berpeluang kembali mengekspor Model Y dari Tiongkok ke Kanada setelah sebelumnya terhenti akibat tarif impor 100 persen yang diberlakukan pada 2024.

Keunggulan Tesla terletak pada jaringan penjualan dan layanan purnajual yang sudah mapan di Kanada. Kondisi ini membuat Tesla memiliki posisi kompetitif dibandingkan produsen EV asal Tiongkok yang belum memiliki infrastruktur kuat di pasar Kanada.

Analis menilai kemampuan Tesla dalam memproduksi Model Y dengan harga kompetitif, ditambah skala produksi besar di Tiongkok, memberikan keuntungan strategis dalam persaingan global kendaraan listrik.

Pada 2024 dan 2025, Tiongkok tercatat menyumbang porsi signifikan terhadap total pengiriman kendaraan Tesla secara global. Kebijakan perdagangan terbaru ini dinilai sebagai langkah moderat yang tetap membuka pasar internasional, namun masih menjaga perlindungan industri otomotif domestik Kanada.

Melalui kombinasi kerja sama industri dan kebijakan perdagangan lintas negara, Tesla dinilai mampu memanfaatkan peran strategis Tiongkok sebagai basis produksi utama untuk memperluas pasar kendaraan listrik dunia. (*)

Update