
batampos – Rasa stres mungkin terdengar seperti hal yang biasa, apalagi saat hidup sedang penuh tekanan. Namun, jika seseorang merasa stres secara berlebihan atau terlalu sering, hal ini bisa menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang lebih serius terjadi.
Bukan hanya sekadar kelelahan atau banyak pikiran, stres yang muncul terus-menerus bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang.
Dilansir dari Healthline pada Selasa (27/5), berikut adalah penjelasan mengenai alasan seseorang gampang stres dan bagaimana cara mengelolanya agar tidak mengganggu kualitas hidup secara keseluruhan.
Apa Saja Penyebab Seseorang Mudah Merasa Stres?
Ada banyak alasan seseorang bisa mudah merasa stres, terutama jika tekanan itu dirasakan secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa faktor utama yang sering menjadi pemicu stres:
1. Beban kerja yang berat atau kehilangan pekerjaan
Tekanan akibat tanggung jawab pekerjaan yang berlebihan atau situasi pengangguran dapat meningkatkan risiko stres. Kondisi ini membuat seseorang merasa tertekan secara finansial dan mental.
2. Konflik dalam hubungan pribadi
Masalah dengan pasangan, keluarga, atau teman dekat sering menjadi sumber stres. Ketegangan dalam hubungan sosial dapat memicu perasaan tidak nyaman dan kecemasan.
3. Kondisi kesehatan atau masa pemulihan dari cedera
Menghadapi penyakit atau proses pemulihan yang panjang bisa menimbulkan tekanan emosional, yang berkontribusi pada stres.
4. Kesulitan keuangan
Masalah finansial yang berkelanjutan menyebabkan kekhawatiran dan ketidakpastian, yang sangat berpengaruh pada tingkat stres seseorang.
5. Kehilangan orang terdekat
Duka akibat kehilangan orang yang disayangi adalah salah satu pemicu stres berat yang memerlukan waktu untuk bisa diatasi.
6. Tanggung jawab merawat orang lain
Menjadi caregiver bagi keluarga yang sakit atau lansia sering kali membuat seseorang merasa terbebani dan mudah stres.
Memahami faktor-faktor ini membantu dalam mengenali sumber stres sehingga dapat dilakukan langkah-langkah pengelolaan yang efektif.
Stres atau Kecemasan? Kenali Perbedaannya
Meskipun stres adalah respons alami terhadap situasi sulit, jika stres muncul secara terus-menerus, hal tersebut bisa menjadi tanda gangguan kesehatan mental seperti kecemasan. Berikut perbedaan dasar antara keduanya:
Stres biasanya bersifat sementara dan terkait langsung dengan pemicu dari luar, seperti pekerjaan atau masalah keluarga. Setelah pemicu hilang, rasa stres biasanya juga mereda.
Kecemasan adalah perasaan khawatir atau takut yang menetap bahkan tanpa adanya penyebab jelas. Kondisi ini bisa berlangsung lebih lama dan memerlukan penanganan khusus.
Mengetahui perbedaan ini penting agar dapat mengambil langkah tepat dalam mengelola kondisi yang dialami.
Cara Efektif Mengelola Stres
Untuk membantu mengurangi dan mengelola stres, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan:
1. Kenali pemicu stres
Langkah pertama adalah mengidentifikasi apa saja yang menyebabkan stres dan sebisa mungkin mengurangi atau menghindarinya.
2. Pastikan cukup tidur
Tidur yang cukup, sekitar 7 jam per malam, sangat penting untuk menjaga kestabilan emosi dan kesehatan mental.
3. Lakukan kegiatan mindfulness
Meditasi, yoga, atau menulis jurnal bisa membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
4. Luangkan waktu untuk hobi dan relaksasi
Melakukan aktivitas yang disukai dapat menjadi cara efektif untuk melepas penat dan meningkatkan mood.
5. Cari dukungan sosial
Berbagi cerita dan perasaan dengan keluarga atau teman dekat dapat meringankan beban pikiran.
6. Rutin berolahraga
Aktivitas fisik selama minimal 150 menit per minggu membantu melepaskan hormon endorfin yang menyehatkan jiwa.
Jika stres terasa sulit dikendalikan, konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sangat disarankan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. (*)
