Sabtu, 24 Januari 2026

Kenapa Sering Ingin Makan Manis Setelah Makan Berat? Ini 5 Alasannya

Berita Terkait

Ilustrasi makan makanan manis. (Freepik)

batampos – Pernah merasa perut sudah kenyang setelah makan besar, tetapi lidah ingin makanan manis. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan saja, melainkan ada alasan ilmiahnya.

Dessert, cokelat, atau segelas es teh manis kerap jadi pilihan untuk mengakhiri makan.

Berikut 5 alasan ingin makan manis setelah makan berat, dikutip dari laman Verywell Health:

1. Sistem reward otak

Rasa manis memicu pelepasan dopamin dan serotonin yang membawa rasa senang. Setelah makan, tubuh ingin melanjutkan sensasi menyenangkan itu. Keinginan makan manis bukan karena lapar secara fisik, tetapi dorongan emosional.

2. Ketidakseimbangan dalam komposisi makanan

Jika makanan utama tidak mengandung cukup protein, lemak sehat, atau serat, maka tubuh belum mendapatkan semua zat yang memberikan rasa kenyang. Kekurangan komponen ini bisa membuat gula terasa menarik sebagai tambahan.

3. Kebiasaan dan asosiasi budaya

Dari kecil banyak orang diajarkan bahwa setelah makan harus ada makanan penutup. Beberapa budaya memang rutin menyertakan buah, makanan manis ringan, atau dessert setelah makan sebagai bagian dari upacara makan.

4. Faktor psikologis

Makanan manis sering dikaitkan dengan kenyamanan, hadiah, atau stres. Seseorang mungkin merasakan rutinitas atau suasana hati menurun, sehingga makanan manis terasa sebagai hadiah. Kebiasaan menahan diri dari makanan manis juga bisa memicu efek keinginan malah menjadi kuat.

5. Faktor waktu dan irama tubuh

Keinginan untuk camilan manis setelah makan terutama di malam hari sering lebih besar karena tubuh sudah lelah, kontrol diri menurun seiring berjalannya hari.

Budaya makanan manis hadir dalam beberapa negara untuk mengakhiri makan berat atau bentuk keramahan. Kebiasaan ini wajar, tetapi sebaiknya dikendalikan.

Bisa memilih makanan penutup yang lebih sehat seperti buah, yogurt tanpa gula tambahan, atau cokelat pekat. Pastikan menu utama seimbang agar tubuh tidak cepat mencari gula lagi.(*)

 

Reporter: Juliana Belence

 

Update