
batampos – Perasaan cemas saat menghadapi momen penting seperti wawancara kerja, presentasi, atau ujian kerap membuat perut mendadak mules. Fenomena ini ternyata punya istilah medis, yaitu stress pooping, buang air besar yang dipicu oleh kecemasan.
“Seolah stres belum cukup menyiksa, beberapa orang juga harus menghadapi kejadian tidak nyaman seperti dorongan mendadak untuk BAB,” ujar Dr. Isaac Tourgeman, neuropsikolog dan asisten profesor psikologi di Albizu University, Florida, dikutip dari Eatingwell, Jumat (15/8).
Menurutnya, rasa cemas mengaktifkan sistem saraf yang memicu pelepasan hormon adrenalin, kortisol, dan serotonin. Saraf vagus yang memanjang dari otak hingga ke perut akan mengirim sinyal untuk mengosongkan isi perut agar tubuh lebih ringan saat berada dalam mode “melarikan diri”.
Hubungan erat antara otak dan usus membuat stress pooping bisa menjadi pola berulang:
- Semakin stres, semakin bermasalah pencernaan
- Masalah pencernaan memicu sinyal tambahan ke otak
- Otak makin cemas, siklus pun terus berulang
Berikut cara mengatasi BAB saat cemas dan stres:
1. Tarik napas dalam: Memperlambat pernapasan dan menghembuskan napas lebih lama dapat menenangkan respon stres.
2. Atur pola makan: Konsumsi porsi kecil sebelum acara penting untuk menghindari reaksi perut berlebihan.
3. Makan secara mindful: Kunyah perlahan dan fokus pada makanan tanpa aktivitas lain.
4. Sedia permen peppermint: Peppermint dapat membantu meredakan gejala pencernaan akibat stres.
5. Kurangi jadwal padat: Mengurangi beban kegiatan besar bisa menurunkan tingkat stres.
6. Berkumur: Melatih saraf vagus agar lebih responsif terhadap perubahan stres.
“Jika stress pooping terlalu sering, mengganggu tidur, atau disertai darah, demam, maupun nyeri, segera konsultasikan ke dokter,” imbau Dr. Nazareth. (*)
Reporter: Juliana Belence
