
batampos – Hari Senin kerap dianggap sebagai hari paling tidak disukai dalam seminggu. Transisi dari akhir pekan menuju hari produktif membuat tubuh dan pikiran mengalami tekanan signifikan. Fenomena ini bahkan telah menjadi masalah berskala internasional.
Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Affective Disorders oleh Universitas Hong Kong mengungkap, hormon stres manusia meningkat drastis setiap hari Senin, baik pada pekerja aktif maupun pensiunan. Penelitian itu dikutip dari ScienceDaily, Senin (4/8).
“Semua orang, termasuk pensiunan, mengalami peningkatan hormon stres sebesar 23 persen pada hari Senin dibandingkan hari lainnya,” tulis laporan tersebut.
Fenomena ini dikenal dengan sebutan anxious Monday, yakni kondisi stres dan kecemasan yang dipicu oleh pergantian minggu, meskipun tidak selalu berkaitan langsung dengan pekerjaan.
Profesor Tarani Chandola, penulis utama studi tersebut, menjelaskan bahwa hari Senin secara budaya bertindak sebagai pemicu stres kolektif.
“Hari Senin bertindak sebagai penguat stres secara budaya,” ujarnya.
Penelitian ini menganalisis data dari 3.500 lansia dalam studi jangka panjang tentang proses penuaan. Hasilnya menunjukkan bahwa tubuh manusia merespons Senin secara biologis, bahkan setelah seseorang tidak lagi aktif bekerja.
Secara ilmiah, hari Senin mengganggu sistem hormon tubuh, khususnya sumbu HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) yang mengatur kortisol, tekanan darah, insulin, dan sistem imun.
Berikut Dampak Hari Senin Terhadap Kesehatan Fisik:
1. Peningkatan kadar kortisol sebesar 23%, terdeteksi lewat sampel rambut, terjadi baik pada pekerja maupun nonpekerja.
2. Lonjakan serangan jantung sebesar 19% dilaporkan terjadi pada hari Senin.
3. Hanya 23% dari efek anxious Monday dapat dijelaskan oleh rasa cemas.
4. Sebanyak 77% efek lainnya berasal dari faktor yang belum dapat dijelaskan secara medis.
Peneliti menyimpulkan bahwa kecemasan di hari Senin bukan hanya perasaan subjektif, tapi telah melekat secara biologis dan budaya dalam diri manusia modern. Bahkan setelah pensiun, banyak orang tetap merasakan tekanan setiap kali memasuki awal pekan. (*)
Reporter: Juliana Belence
