
batampos – Mengganti satu ban mobil kerap dianggap sebagai solusi cepat dan hemat biaya oleh sebagian pengemudi. Namun, kebiasaan tersebut ternyata menyimpan risiko serius yang dapat memengaruhi keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Dikutip dari Tier Expert, mengganti ban mobil hanya pada satu sisi dapat membuat kendaraan menjadi tidak seimbang. Perbedaan tingkat keausan antara ban baru dan ban lama berpotensi memengaruhi stabilitas, kontrol kemudi, hingga sistem keselamatan mobil.
Ban baru memiliki tapak yang lebih dalam dibandingkan ban lama. Kondisi ini dapat menyebabkan kendaraan cenderung menarik ke satu sisi, sehingga kontrol kemudi dan pengereman menjadi kurang responsif, terutama saat melaju di kecepatan tinggi.
Selain itu, perbedaan tingkat aus membuat traksi dan handling kendaraan menjadi tidak konsisten. Ban dengan daya cengkeram berbeda berisiko kehilangan grip lebih cepat, khususnya ketika melewati jalan basah atau saat melakukan manuver tajam.
Risiko lainnya adalah terganggunya kinerja sistem keselamatan seperti Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Stability Control (ESC). Kedua sistem ini dirancang bekerja optimal dengan asumsi seluruh ban memiliki ukuran dan tingkat keausan yang seragam. Jika hanya satu ban diganti, sensor dapat menerima data yang tidak seimbang sehingga sistem bekerja kurang akurat.
Perbedaan diameter ban juga berpotensi memberikan beban tambahan pada komponen kendaraan lain, seperti suspensi, diferensial, atau drivetrain, terutama pada mobil dengan sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD). Kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan komponen dan menimbulkan getaran saat berkendara.
Untuk menjaga keseimbangan dan performa kendaraan, pengemudi disarankan mengganti ban secara berpasangan pada satu poros atau sekaligus mengganti keempat ban. Langkah ini dinilai lebih aman dan mampu menjaga kenyamanan serta umur pakai ban secara keseluruhan.
Mengganti ban minimal dua atau empat sekaligus dinilai menjadi pilihan terbaik demi keselamatan, sekaligus mencegah keausan ban lain yang lebih cepat akibat ketidakseimbangan kendaraan. (*)
