Minggu, 25 Januari 2026

Jaksa Spanyol Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelecehan Seksual Julio Iglesias

Berita Terkait

Julio Iglesias. F. via Radar Surabaya.

batampos – Jaksa di Pengadilan Tinggi Spanyol memutuskan menghentikan penyelidikan awal terhadap penyanyi legendaris Julio Iglesias.

Keputusan ini diambil setelah pengadilan menilai tidak memiliki yurisdiksi untuk menangani dugaan pelecehan seksual dan eksploitasi tenaga kerja yang disebut terjadi di luar wilayah Spanyol.

Pengaduan tersebut sebelumnya diajukan oleh organisasi Women’s Link Worldwide pada 5 Januari, mewakili dua perempuan yang merupakan mantan pekerja di kediaman Julio Iglesias di Republik Dominika dan Bahamas.

Keduanya menuduh telah menjadi korban pelecehan seksual, perdagangan manusia untuk kerja paksa, serta pelanggaran hak pekerja pada 2021.

Laporan itu disusun berdasarkan hasil investigasi penyiar Amerika Serikat Univision dan media Spanyol elDiario.es.

Berdasarkan dokumen kejaksaan, seluruh dugaan peristiwa terjadi di luar Spanyol, sementara kedua pelapor bukan warga negara maupun penduduk Spanyol. Kondisi tersebut membuat pengadilan setempat tidak berwenang memproses perkara tersebut.

Sesuai dengan prinsip pembatasan yurisdiksi universal yang ditetapkan Mahkamah Agung Spanyol, proses hukum seharusnya dilakukan di negara tempat kejadian perkara, yakni Republik Dominika atau Bahamas.

Selain itu, tidak ditemukan bukti bahwa otoritas di kedua negara tersebut menolak atau tidak mampu menangani penyelidikan.

Julio Iglesias (82) sebelumnya telah membantah seluruh tuduhan melalui pernyataan di media sosial. Ia menyebut tuduhan tersebut “sepenuhnya palsu” dan mengaku sedih atas laporan yang diajukan oleh dua mantan pekerjanya.

Upaya media internasional untuk memperoleh tanggapan lanjutan dari Iglesias belum membuahkan hasil. Label musik Sony juga memilih tidak memberikan komentar.

Hingga kini, belum diketahui apakah kedua perempuan tersebut akan melanjutkan proses hukum di Republik Dominika atau Bahamas, yang memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Update