Senin, 9 Maret 2026

Insiden BYD Seal Terbakar di Hong Kong, Investigasi Ungkap Powerbank Jadi Pemicu

Berita Terkait

Mobil listrik BYD Seal terbakar di Tuen Mun Road, Hong Kong, Selasa (3/3). Investigasi mengungkap kebakaran dipicu powerbank yang mengalami panas berlebih di dalam kabin. Sumber gambar: x.com/dimsumdaily_hk

batampos – Sebuah mobil listrik BYD Seal dilaporkan terbakar saat melaju di Hong Kong. Hasil investigasi mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut bukan disebabkan oleh baterai kendaraan, melainkan oleh powerbank yang mengalami panas berlebih di dalam kabin mobil.

Insiden terjadi di kawasan Tuen Mun Road, Hong Kong, Selasa (3/3), sekitar pukul 14.01 waktu setempat. Saat itu sedan listrik BYD Seal berwarna perak tersebut sedang melaju menuju Hung Shui Kiu.

Kebakaran yang tiba-tiba muncul sempat menyebabkan gangguan lalu lintas cukup signifikan di sekitar persimpangan Tsing Tin Interchange.

Pengemudi perempuan yang mengendarai mobil tersebut berhasil keluar dari kendaraan sebelum api membesar. Tim layanan darurat tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah laporan kebakaran diterima.

Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong kemudian berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.19 waktu setempat.

Hasil investigasi teknis yang dilakukan di pusat layanan BYD memastikan bahwa kebakaran tidak disebabkan oleh kerusakan mekanis maupun gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan.

Sumber api diketahui berasal dari sebuah powerbank yang diletakkan di kursi penumpang. Perangkat tersebut mengalami korsleting akibat panas berlebih sehingga memicu kebakaran di dalam kabin.

BYD juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa sistem tegangan tinggi kendaraan tidak terlibat dalam awal kebakaran tersebut.

Akibat insiden itu, bagian kabin atas mobil mengalami kerusakan cukup parah. Suhu tinggi di dalam kabin bahkan menyebabkan beberapa bagian plastik interior serta kaca kendaraan meleleh.

Meski demikian, hasil pemeriksaan menunjukkan paket baterai dan struktur sasis kendaraan tetap dalam kondisi utuh. Sel baterai mobil tidak mengalami fenomena thermal runaway.

Hal ini dikarenakan mobil menggunakan baterai jenis LFP (Lithium Iron Phosphate) yang memiliki ambang reaksi panas lebih tinggi, yakni lebih dari 500 derajat Celsius.

Sebagai perbandingan, baterai jenis NMC (Nickel Manganese Cobalt) tradisional biasanya memiliki ambang reaksi panas sekitar 200 derajat Celsius.

Selain itu, struktur aluminium berbentuk sarang lebah pada baterai juga berfungsi sebagai penghalang panas sehingga api dari kabin tidak menjalar ke kompartemen sel baterai.

Kasus ini menunjukkan bahwa perangkat elektronik berbaterai lithium seperti powerbank juga berpotensi menjadi sumber kebakaran jika mengalami overheating atau tidak digunakan dengan aman di dalam kendaraan. (*)

Update