
batampos – Interaksi dengan orang yang memiliki sifat narsisistik sering meninggalkan dampak emosional yang cukup berat. Mereka bisa menjadi pasangan, anggota keluarga, atau rekan kerja yang terus-menerus memanipulasi, menyalahkan, dan merendahkan orang di sekitarnya.
Perilaku seperti ini tidak hanya melelahkan secara mental, tetapi juga berpotensi merusak rasa percaya diri jika tidak ditangani dengan tepat.
Kunci menghadapi orang narsisistik bukanlah mencoba mengubah mereka, melainkan belajar melindungi diri sendiri. Dengan strategi yang tepat, Anda dapat menetapkan batasan yang jelas dan mengurangi manipulasi yang merugikan.
Konsistensi dalam menegakkan batasan sangat penting karena orang narsisistik cenderung terus menguji batas Anda. Memahami akar perilaku orang narsisistik juga dapat membantu menjaga jarak emosional.
Dilansir dari YouTube Psych2Go, Kamis (11/12), para ahli kesehatan mental menekankan pentingnya menetapkan batasan, menggunakan teknik ‘gray rocking,’ dan memahami perilaku narsisistik sebagai langkah awal untuk melindungi diri dari penyalahgunaan emosional. Berikut pemaparan lengkapnya:
1. Tetapkan Batasan yang Tegas
Menurut terapis pernikahan dan keluarga Dan Auth, menetapkan batasan yang jelas adalah langkah efektif untuk melindungi diri dari manipulasi. Tentukan perilaku apa yang dapat ditoleransi dan mana yang tidak.
Misalnya, jika mereka sering memanggil dengan nama menghina, sampaikan bahwa percakapan akan dihentikan sampai mereka bersikap hormat. Konsistensi dalam menegakkan batasan membuat orang narsisistik memahami bahwa manipulasi tidak akan berhasil.
2. Gunakan Teknik ‘Gray Rock’
Teknik gray rocking bertujuan membuat diri tampak tidak menarik bagi orang narsisistik. Terapis Dr. Carol McBride menjelaskan bahwa mereka senang memicu konflik untuk mengendalikan orang lain.
Dengan menanggapi secara monoton, singkat, dan tanpa emosi berlebihan—misalnya jawaban “ya,” “tidak,” atau “tidak tahu”—Anda dapat mengurangi perhatian mereka dan meminimalkan manipulasi.
3. Pahami Akar Perilaku Narsisistik
Orang narsisistik seringkali memiliki luka emosional masa kecil yang membuat mereka menyalahkan orang lain untuk menutupi ketidakamanan diri sendiri.
Menyadari hal ini membantu Anda menjaga jarak emosional dan tidak terpancing konflik secara berlebihan.
4. Jangan Berusaha Mengubah Mereka
Perubahan hanya mungkin terjadi jika orang narsisistik bersedia introspeksi dan mengakui peran mereka dalam masalah.
Memaksa mereka berubah justru dapat memperburuk konflik. Fokuslah pada perlindungan diri dan kesejahteraan mental, bukan pada harapan mereka berubah.
5. Ingat Bahwa Anda Tidak Bersalah
Ketika orang narsisistik menyalahkan Anda, penting untuk mengingat bahwa Anda tidak bertanggung jawab atas perilaku mereka.
Terapis profesional Dr. Ngi Thomas menekankan menjaga batasan dan meminimalkan keterlibatan yang tidak perlu, sehingga Anda tetap tenang dan mengurangi tekanan psikologis.
Menghadapi orang narsisistik memang menantang, tetapi dengan strategi yang tepat—menetapkan batasan, memahami perilaku mereka, menggunakan teknik gray rock, dan fokus pada kesejahteraan diri—Anda dapat melindungi diri dan memulihkan kedamaian mental.
Ingat, hak untuk merasa aman dan dihormati adalah prioritas utama dalam setiap hubungan. (*)
