Sabtu, 10 Januari 2026

Ini 5 Novel Terbaik Karya Sophie Kinsella, Penulis Shopaholic Asal Inggris yang Wafat di Usia 55 Tahun

Berita Terkait

Batampos –  Dunia sastra internasional berduka atas wafatnya Sophie Kinsella di usia 55 tahun, Rabu (10/12/2025). Penulis asal Inggris tersebut, dikenal sebagai sosok yang mumpuni menghadirkan cerita-cerita ringan, penuh humor, dan dekat dengan keseharian pembaca.

Sophie Kinsella dan beberapa novel karyanya semasa hidup. F BBC

Lewat karakter-karakter yang kerap terjebak dalam kekacauan memalukan, Kinsella berhasil membuat jutaan orang di seluruh dunia tertawa dan merasa terhubung selama tiga dekade terakhir ia berkarya.

Mengenang Shopie, berikut lima novelnya yang paling terkenal dan hingga kini tetap menjadi favorit pembaca di seluruh dunia, dilansir dari AP, yakni:

1. The Tennis Party (1995)

Novel debut yang ditulis dengan nama asli Madeleine Wickham ini melambungkan Kinsella menjadi penulis bestseller di usia sangat muda. The Tennis Party,  dirilis di AS dengan judul 40 Love. Novel ini mengisahkan kekacauan sebuah pesta tenis akhir pekan yang penuh drama, perselingkuhan, minuman, dan konflik yang memuncak dengan intens.

Melalui novel ini, pembaca diperkenalkan kepada gaya penulisan Kinsella yang penuh percakapan, jenaka, dan sangat relevan dengan persoalan cinta, uang, hingga pergaulan sosial kelas menengah Inggris.

2. The Secret Dreamworld of a Shopaholic (2000)

Novel inilah yang membuat nama Sophie Kinsella mendunia. Tokoh utamanya, Becky Bloomwood, seorang jurnalis finansial yang kecanduan belanja dan terjerat utang. Di novel ini, ia menjadi ikon komedi romansa modern.

Pembaca diajak mengikuti kehidupan Becky yang penuh fantasi absurd, termasuk imajinasi bahwa seseorang akan membayar tagihan kartu kreditnya yang membengkak secara keliru.

Saking terkenalnya, novel ini kemudian diadaptasi menjadi film Confessions of a Shopaholic di 2009 lalu, dibintangi Isla Fisher dan Hugh Dancy.

3. Can You Keep a Secret? (2003)

Kinsella terkenal dengan karakter-karakter yang mudah terjebak dalam situasi kacau, dan Emma Corrigan adalah salah satunya. Sebagai asisten pemasaran dengan kehidupan yang tampaknya sempurna, Emma sebenarnya punya banyak rahasia kecil yang memalukan, mulai dari bercanda saat momen intim hingga tindakan ceroboh di tempat kerja.

Kisah Emma yang penuh kekonyolan ini kemudian difilmkan pada 2019 dengan Alexandra Daddario sebagai pemeran utama.

4. The Undomestic Goddess (2005)

Novel ini berkisah tentang Samantha Sweeting, seorang pengacara sukses dari London yang kabur dari tekanan pekerjaan dan berakhir menjadi pengurus rumah tangga di pedesaan, meski ia sama sekali tidak punya kemampuan domestik.

Kinsella menggambarkan perjalanan Samantha yang penuh bencana komedi di dapur, pertarungannya dengan papan setrika, hingga proses menemukan kesederhanaan hidup dan cinta sejati. Tema lari dari hiruk-pikuk kota membuat novel ini selalu relevan dengan pembaca modern di masa kini.

5. Twenties Girl (2009)

Berbeda dari novel-novel sebelumnya, Twenties Girl menawarkan sentuhan supranatural. Lara Lington, 27 tahun, tiba-tiba dikunjungi hantu buyutnya Sadie, seorang gadis flapper era 1920-an yang penuh semangat. Keduanya kemudian memulai petualangan mencari kalung Sadie yang hilang.

Subplot lain termasuk percintaan, kegagalan karier, dan kebiasaan Lara yang suka berbohong kepada orang tuanya. Novel ini menjadi salah satu karya Kinsella yang paling kreatif dan menyentuh.

Selama tiga dekade, Sophie Kinsella telah menulis puluhan novel yang berhasil membuat pembaca tertawa, bernostalgia, dan merasa terhibur. Gaya penulisannya yang ringan, isi cerita yang penuh kekonyolan, namun tetap menyentuh membuatnya menjadi salah satu penulis komedi-romansa paling berpengaruh di era modern.

Warisan karyanya akan terus hidup dalam hati para pembaca setianya. Selamat jalan Sophie Kinsella. (*)

Update