Jumat, 23 Januari 2026

Ini 5 Kelompok Orang yang Harus Menghindari Konsumsi Kopi

Berita Terkait

Ilustrasi kopi. (Freepik)

batampos – Kopi adalah minuman yang digemari oleh orang-orang di seluruh dunia. Dikonsumsi secara teratur, terutama saat pagi untuk memulai hari.

Karena itu, kopi dikenal sebagai cara terbaik untuk memberi tubuh Anda dorongan energi guna melawan rasa lesu di pagi hari atau sore hari.

Namun di tengah semua ini, kopi juga telah didefinisikan sebagai ramuan kesehatan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi berpotensi mengurangi risiko kanker prostat, gagal jantung, dan banyak lagi.

Meski begitu, bagi sebagian orang, mengonsumsi kopi dapat menimbulkan beberapa efek samping.

Dilansir English jagran, berikut lima kelompok orang yang tidak boleh mengonsumsi kopi.

1. Orang dengan kandung kemih overaktif

Kandung kemih overaktif menyebabkan keinginan buang air kecil secara tiba-tiba yang sulit dikendalikan.

Anda mungkin merasa ingin buang air kecil berkali-kali, baik siang maupun malam, dan mengalami keluarnya urine secara tidak sengaja.

Konsumsi kafein yang berlebihan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan menyebabkan Anda harus sering ke kamar mandi.

2. Orang dengan IBS

Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) menyebabkan nyeri perut yang disertai diare, sembelit, atau keduanya.

Gejalanya meliputi kembung, kram, rasa terbakar, atau perut kembung.

Menurut Johns Hopkins Medicine, kafein dapat memperparah diare, yang merupakan gejala utama IBS.

3. Wanita hamil

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah tinggi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran dan komplikasi kehamilan lainnya.

Kafein diyakini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di rahim dan plasenta, yang dapat mengurangi suplai darah ke janin dan menghambat pertumbuhan.

4. Orang dengan glaukoma

Glaukoma adalah kondisi mata yang merusak saraf optik.

Saraf optik mengirimkan informasi visual dari mata ke otak dan sangat penting untuk penglihatan yang baik.

Kondisi ini akan semakin memburuk seiring waktu. Mengonsumsi kafein dalam jumlah besar setiap hari dapat meningkatkan risiko glaukoma.

5. Orang dengan gangguan tidur

Kafein adalah jenis obat yang meningkatkan energi dan kewaspadaan.

Kafein bertindak sebagai antagonis reseptor adenosin.

Adenosin adalah zat dalam tubuh yang memicu rasa kantuk. Kafein memblokir reseptor adenosin sehingga Anda tidak merasa mengantuk. (*)

SourceJPGroup

Update