Senin, 28 November 2022

Ingat…Cuci Tangan Pakai Sabun Bisa Cegah Penyakit Menular

Berita Terkait

Ilustrasi cuci tangan. (Pexels)

batampos – Mencuci tangan pakai sabun efektif mencegah penyakit menular di tengah pandemi COVID-19 dan cuaca ekstrem seperti saat ini.

“Kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) telah terbukti menjadi perilaku sederhana yang memiliki dampak luar biasa dalam pencegahan penyakit menular. Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menyebarluaskan edukasi CTPS sebagai salah satu pilar penting di dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Rabu (19/10).

Hal itu dia sampaikan terkait peringatan Hari Mencuci Tangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 15 Oktober. Menurut dia, membangun kebiasaan mencuci tangan menjadi penting seiring kembalinya anak-anak beraktivitas di luar rumah seperti ke sekolah atau bermain, mereka menjadi rentan untuk terkena penyakit.

BACA JUGA: Tindakan Pencegahan Cacar Monyet Sama Dengan Covid-19, Salah Satunya Rajin Mencuci Tangan

“Melalui penanaman kebiasaan CTPS, maka orang tua telah memberikan modal penting bagi anak untuk tidak hanya melindungi kesehatannya sendiri, namun juga orang-orang di sekitarnya,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan dengan menanamkan CTPS, maka akan bisa mencegah penularan COVID-19 yang saat ini masih terjadi. “Meskipun angka kematian sudah sangat menurun. Selain itu, CTPS juga dapat membantu mencegah penyakit-penyakit menular yang lain.”

Prof. Dr. Zubairi lantas menjelaskan ada lima momen penting untuk CTPS yakni sebelum makan, setelah bermain, setelah batuk atau bersin, setelah dari toilet, dan ketika pulang ke rumah .

“Mari budayakan kebiasaan ini, terutama untuk anak-anak,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini kesadaran mematuhi pedoman CTPS masih harus ditingkatkan. Data BPS 2021 menunjukkan bahwa bahkan di tengah pandemi, hanya 75,38 persen masyarakat yang menunjukkan kesadaran untuk mematuhi pedoman CTPS, artinya masih diperlukan edukasi berkelanjutan untuk menjadikan CTPS sebagai prioritas dalam kebiasaan sehari-hari.

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., Psikolog Klinis sekaligus Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia menambahkan, “Terkait kebiasaan CTPS, anak jadi memahami pentingnya kerja sama dalam saling mengingatkan teman atau anggota keluarga agar rutin mencuci tangan sehingga tujuan bersama dapat tercapai, yaitu untuk terhindar dari penyakit. (*)

reporter: antara

Update