Senin, 12 Januari 2026

Influencer Australia yang “Serang” Ariana Grande di Singapura, Didenda 2 Ribu Dolar dan Dipenjara 9 Hari

Berita Terkait

Batampos –  Johnson Wen, 26, pria yang menyerang dan memeluk paksa Ariana Grande di acara pemutaran perdana Wicked: For Good di Singapura, Minggu lalu, dijatuhi hukuman penjara dan denda atas aksinya.

Ariana Grande dan Cynthia Erivo dalam acara Wicked:For Good di Singapura, pekan lalu. F Getty Images via Entertainment Weekly

Kepolisian dan pengadilan Singapura memutuskan ia dipenjara selama 9 hari dan wajib membayar denda sebesar 2 ribu dolar (Setara Rp 26 juta) karena dinyatakan bersalah melakukan gangguan ketertiban umum. Demikian dilansir dari Entertainment Weekly, Selasa (18/11/2025)

Wen, seorang influencer asal Australia yang dikenal sebagai “Pyjama Man,” tidak didampingi pengacara di persidangan dan merespon hakim, bahwa ia tidak akan mengulanginya aksinya itu lagi.

BACA JUGA:
Fans Terobos Barikade, Ariana Grande Syok saat Premiere Wicked 2 di Singapura

Berdasarkan hukum Singapura, pelaku dapat dikenai hukuman maksimal tiga bulan penjara dan denda hingga S$2.000.

Insiden itu terjadi Kamis (13/11/2025) malam lalu ketika Wen melompati barikade dan berlari menuju karpet kuning tempat Grande berjalan bersama para pemain lainnya seperti Cynthia Erivo, Michelle Yeoh, dan Jeff Goldblum, di Universal Studio, Singapura. Rekaman dari lokasi menunjukkan Erivo dan petugas keamanan berusaha menarik Wen menjauh, sementara Grande tampak terkejut dan mundur.

Video kejadian tersebut langsung viral di media sosial. Seorang pengguna TikTok, raphael.sli, juga mengunggah rekaman saat Wen mencoba kembali menerobos area karpet kuning sebelum akhirnya diamankan petugas.

Kemarahan publik semakin meningkat setelah diketahui Wen memiliki rekam jejak aksi serupa pada berbagai acara publik. Ia pernah menerobos panggung konser Katy Perry, The Weeknd, dan The Chainsmokers.

Usai kejadian, Wen bahkan mengunggah video tersebut ke Instagram dan menulis ucapan terima kasih kepada Grande. Keesokan harinya ia ditangkap dan mengaku bersalah atas tuduhan gangguan ketertiban umum.

Ariana Grande belum memberikan komentar resmi, namun para penggemarnya mengecam tindakan Wen dan menilai aksi itu berpotensi memicu trauma sang penyanyi. Grande pernah mengalami peristiwa tragis pada konsernya di Manchester pada 2017 yang menewaskan 22 orang, dan sejak itu ia terbuka mengenai kecemasan dan PTSD yang dialaminya.

Para pemain Wicked lain menunjukkan dukungan terhadap Grande. Marissa Bode, pemeran Nessarose Thropp, mengkritik keras mereka yang menyebut Wen sebagai “penggemar.” Ia menilai tindakan Wen membuat orang lain merasa tidak aman hanya demi konten media sosial.

Cynthia Erivo juga menyinggung insiden tersebut dalam sesi tanya jawab bersama Grande dan para pemeran Wicked pada Sabtu. Ia mengatakan seluruh tim telah melalui banyak hal, termasuk kejadian yang terjadi pekan lalu, dan memuji kedekatan serta kekuatan solidaritas para pemain selama proses produksi.

Hukuman yang dijatuhkan pada Wen menjadi sinyal tegas dari otoritas Singapura terhadap aksi gangguan publik, terutama pada acara besar yang melibatkan selebriti internasional di negeri itu. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update