Minggu, 26 Mei 2024

Idap Kanker Payudara, Nunung Berhenti Makan Daging

Berita Terkait

Nunung dinyatakan dokter mengidap kanker payudara (Abdul Rahman/ JawaPos.com)

batampos – Pelawak Nunung mengidap kanker payudara, sekarang berhenti makan daging. Ia berusaha mengikuti anjuran dari dokter setelah dinyatakan mengidap kanker payudara. Salah satu yang diminta untuk dihindari sementara waktu adalah mengonsumsi makanan daging.

“Sekarang makan sehat, banyak minum jus dan nggak boleh makan daging,” kata Nunung saat ditemui di bilangan Mampang Jakarta Selatan, Senin (6/2).

Dia pun bersyukur memiliki keluarga yang memang memiliki pekerjaan membuatkan makanan khusus untuk para penderita penyakit kanker. Nunung pun setiap hari dibuatkan makanan sehat olehnya. “Aku dibuatin makanan sama keponakanku itu,” akunya.

Baca juga:Manfaat Daun Sena (Jati Cina), Laksatif dan Antidiabetes Alamiah

Terkait pola makan, sahabat Andre Taulany dan Sule itu mengakui pola makannya memang tidak terlalu bagus selama ini. Nunung tidak terlalu konsisten dalam penerapan pola hidup sehat. Pola makan yang sembarangan ini juga diduga menjadi pemicu risiko kanker meskipun Nunung sendiri memiliki genetik dari keluarga penderita kanker.

“Untuk makan daging, aku sebenarnya paling hobi. Tapi setelah adanya ini, sama anak-anak, cucu, aku kadang suka membatasi biar tidak kayak aku. Cukup aku saja yang mengalami,” katanya.

Terkait masalah pekerjaan, Nunung mengaku tidak diberikan batasan khusus oleh dokter selagi dia memang mampu untuk menjalaninya dan pekerjaan itu membuatnya senang bahagia. Sejauh ini, Nunung mengaku aktivitas dan pekerjaannya akan berjalan normal seperti biasa.

“Aku Senin sampai Jumat ada kerjaan. Mengurangi pekerjaan nggak, lebih ke harus makan sehat saja sih yang dianjurkan.”

Dia juga mengatakan, sejumlah sahabat memberikan dukungan penuh untuk Nunung setelah mereka mengetahu kabar tak sedap dia menderita kanker payudara, sebagaimana ramai dalam pemberitaan media. Banyak dari mereka mengirimkan pesan via WhatsApp berisi untaian doa untuk kesembuhan Nunung.

“Teman-teman Srimulat mereka yang pertama. Mereka dukungannya sangat luar biasa buat aku,” ungkap Nunung.

Awalnya Ketakutan, Sedih & Akhirnya Pasrah kepada Allah
Awalnya dia mengakui sedih saat baru mengetahui mengidap penyakit kanker payudara berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Seiring berjalannya waktu, Nunung yang awalnya sedih berusaha mengubah emosinya lewat proses penerimaan diri. Dia berusaha menerima kenyataan dengan memasrahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Dia pun memiliki keyakinan Tuhan akan memberikan jalan terbaik untuknya.

Penyakit tersebut berawal dari benjolan kecil yang tumbuh setahun terakhir. Nunung mengaku sempat tak mau ambil pusing soal benjolan itu, karena awalnya tak menggangu, namun lama kelamaan mulai merasakan sakit.

“Awalnya enggak apa-apa, cuma ada benjolan kecil, aku kira enggak ada apa-apa. Aku sudah mikir ‘jangan-jangan’ tapi aku buang jauh-jauh pikiran itu. Karena selama ini enggak ganggu ya sudah. Tapi lama-lama makin besar,” ujar Nunung di acara Brownis TransTV, Kamis (2/2), seperti dilansir pojoksatu.id (Grup batampos).

Nunung mulai merasakan sakit di bagian ketiaknya hingga memeriksakan kesehatan ke dokter. “Sering aku raba (benjolan) setiap bangun tidur, tiba-tiba di sini (ketiak) sakit, setiap bawa tas sakit, enggak kuat,” jelasnya.

Saat itu, pikirannya mulai mengarah ke kanker payudara karena ternyata penyakit kanker diderita orang tua serta kakaknya. “Di keluargaku ada genetik, dari bapak, ibu, kakak, semua kena kanker. Lama-lama keluarga pada tahu disuruh periksa,” sebutnya.

Dokter memeriksa benjolan itu dan hasilnya potensi kanker payudara ganas sangat besar. “Dokter pegang, diraba, ini kayak ada mengarah ke sana. Di USG sama momografi, memang benar mengarah ke kanker ganas,” jelas Nunung.

Pemeriksaan lanjutan telah dilakukan Nunung seperti biopsi, pengambilan sampel, foto paru-paru untuk memastikan. “Hari Sabtu nanti dikasih tahu (hasilnya),” sambung Nunung.

Kesedihan Nunung memuncak karena sakitnya ini, dia harus berpisah dari anak-anak dan cucunya yang kembali ke Solo, agar dirinya fokus pengobatan sekaligus menghemat biaya. Apalagi, dia ternyata sudah punya penyakit lainnya yang butuh pengobatan rutin dan tentu biaya yang tidak sedikit terlebih untuk kanker payudara itu.

“Kan sebelum didiagnosis (kanker payudara) aku juga sedang konsern ke penyakit yang lain. Tiap minggu, tiap bulan harus cek dokter, cek darah, aku harus minum obat. Aku lagi konsern sama itu, itu aja aku sudah stress, tiba-tiba dikasih penyakit lagi,” bebernya.

Kondisi ini membuatnya sedih, namun berusaha menerima takdir Ilahi. “Aku enggak marah aku ikhlas ya Allah. Kalau saya sedih saya nangis manusiawi,” tegasnya.

Nunung mengatakan ketakutan terbesarnya saat ini soal kanker payudaranya adalah ketika harus menjalani operasi dan kemoterapi. “Dalam pikiranku operasi, kemo, pada saat itu ketakutanku,” pungkas Nunung. (*)
Reporter: jpgroup

Update