Kamis, 9 April 2026

H&M Tutup Ratusan Toko Global, Beralih ke Strategi Digital

Berita Terkait

H&M tutup ratusan toko secara global. ( x.com/tanik_tr)

batampos – H&M dilaporkan akan menutup ratusan toko secara global sebagai bagian dari transformasi bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen.

H&M berencana menutup sekitar 160 toko pada tahun 2026. Penutupan toko untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat penjualan digital.

Ini adalah strategi perusahaan yang sebelumnya juga telah menutup banyak gerai dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah toko H&M telah berkurang signifikan dibandingkan periode sebelum pandemi. Fokus perusahaan pada toko yang lebih besar dan strategis.

Penutupan toko H&M tidak terjadi di satu wilayah saja, tetapi tersebar di berbagai negara.

H&M menutup toko flagship di Causeway Bay, Hong Kong karena masa sewa berakhir.

Beberapa toko besar termasuk di New York dan San Francisco juga ditutup sebagai bagian dari efisiensi bisnis.

Perusahaan juga telah menutup puluhan toko di Spanyol untuk menyesuaikan operasional. Penutupan toko didorong oleh perubahan besar dalam industri ritel global.

H&M kini semakin mengandalkan penjualan online yang menyumbang sekitar 30% dari total pendapatan perusahaan.

Perusahaan juga menghadapi tekanan persaingan dengan brand fast fashion seperti Zara. Munculnya pemain baru berbasis digital seperti Shein.

Perubahan kebiasaan konsumen yang lebih memilih belanja online. Banyak perusahaan ritel dunia juga menutup toko fisik sebagai bagian dari tren yang dikenal sebagai retail apocalypse.

Retail apocalypse merupakan pergeseran besar dari toko offline ke e-commerce. Ribuan toko ritel diperkirakan akan tutup di berbagai negara pada 2026 karena perubahan pola belanja dan tekanan ekonomi.

Penutupan ratusan toko oleh H&M bukan menandakan kebangkrutan melainkan strategi adaptasi terhadap perubahan zaman.(*)

 

Sumber: businesstimes.com.sg & the-sun.com

Update