Senin, 28 November 2022

Hindari Paracetamol Sirup, Gunakan Kompres Air Hangat Jika Anak Demam

Berita Terkait

ILUSTRASI. Obat Paracetamol sirup penurun demam pada anak dikaitkan dengan kasus gangguan ginjal akut misterius. Saat ini kepastian itu masih diteliti. (ANTARA/Shutterstock/Petrovich Nataliya)

batampos – Hindari paracetamol sirup, gunakan kompres air hangat jika anak demam. Saran ini diberikan oleh Ketua Pengurus IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) dalam keterangan virtual, Selasa (18/10).

Pemberian paracetamol sirup sebaiknya dihindari meski belum ada larangan. Ini mengacu pada kasus gangguan ginjal akut yang terjadi di 20 provinsi di Indonesia akhir-akhir ini membuat orang tua cemas jika anaknya terserang demam.

Lalu bagaimana jika anak-anak demam? Tentunya disarankan segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan obat yang aman dan pasti sesuai dosis.

Menurut dr. Piprim, anak yang demam bisa diberikan kompres air hangat atau pemberian paracetamol melalui anus jika diperlukan. ”Bisa kompres hangat. Kalau perlu (penggunaan paracetamol) dari anus. Kompres hangat dululah lebih (aman),” jelas dr. Piprim.

Baca juga: Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai di Musim Hujan

”Namun kalau mau (tetap) minum (paracetamol) juga engggak apa-apa, belum ada larangan. Ini sebagai bentuk kewaspadaan dini,” jelasnya.

Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi melarang penggunaan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) dalam semua jenis obat sirup di Indonesia. Bahan ini dicurigai sebagai penyebab kematian anak di Gambia, Afrika.

”Untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat, BPOM telah menetapkan persyaratan pada saat registrasi bahwa semua produk obat sirup untuk anak maupun dewasa, tidak diperbolehkan menggunakan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG),” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Saat ini kepastian itu masih diteliti. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta agar masyarakat menghindari obat yang mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG). Hal itu pula yang diingatkan IDAI salah satunya soal penggunaan paracetamol.

“Itu demi kewaspadaan dini agar hindari dulu obat paracetamol sirup meskipun belum pada kesimpulan apakah itu penyebab ginjal akut,” tegas

Larangan ini merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya badan kesehatan dunia (WHO) menarik empat sirup obat produksi Maiden Pharmaceutical Ltd, India karena memicu kematian pada anak. Keempat jenis sirup yang ditarik WHO itu adalah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup. (*)

Reporter : JPGroup

Update