
batampos – Dead as Disco tengah menjadi perbincangan besar di komunitas gamer setelah viral di Steam dan media sosial.
Gim indie bergenre beat em up berbasis ritme musik itu mencuri perhatian berkat gameplay unik yang memadukan aksi pertarungan dengan irama lagu.
Dikembangkan oleh BrainJar Games, Dead as Disco menghadirkan dunia cyberpunk penuh cahaya neon dengan gaya visual ala video musik futuristis.
Pemain akan mengendalikan karakter bernama Charlie Disco yang bertarung melawan berbagai musuh menggunakan sistem combat ritmis.
Setiap pukulan, tendangan hingga combo akan terasa lebih kuat apabila dilakukan mengikuti beat musik yang sedang dimainkan.
Konsep tersebut membuat banyak gamer membandingkan Dead as Disco dengan Hi‑Fi Rush yang sempat populer beberapa tahun lalu.
Sejumlah pemain bahkan menyebut gim ini seperti perpaduan antara film Baby Driver dan sistem pertarungan seri Batman: Arkham Knight.
Popularitas Dead as Disco meningkat pesat setelah trailer dan cuplikan gameplay-nya menembus lebih dari 300 juta penayangan di berbagai platform media sosial.
Menjelang perilisan Early Access di Steam pada Mei 2026, gim tersebut juga dikabarkan telah memperoleh lebih dari 1,2 juta pemain demo dan wishlist.
Selain visual cyberpunk penuh warna, daya tarik utama gim ini terletak pada sinkronisasi musik dan aksi yang terasa mulus selama permainan berlangsung.
Banyak gamer menilai Dead as Disco menjadi salah satu gim indie paling menarik di Steam saat ini karena mampu menggabungkan unsur musik, aksi dan visual komik dalam satu pengalaman bermain.
BrainJar Games juga memastikan versi Early Access hanya menjadi awal pengembangan gim tersebut.
Ke depannya, studio itu berencana menambahkan mode multiplayer, konten buatan komunitas, area baru hingga sistem kustomisasi markas karakter melalui pembaruan mendatang. (*)
