Rabu, 18 Februari 2026

Friedrichshafen Terpukul Krisis Otomotif dan Transisi Mobil Listrik

Berita Terkait

Bergantung pada industri mobil, Friedrichshafen di Jerman dilanda ketidakpastian. F. Freepik.

batampos – Sebuah kota industri di selatan Jerman, Friedrichshafen, menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat tekanan besar pada sektor otomotif.

Kota yang terletak di tepi Danau Constance dan berbatasan dekat dengan Austria serta Swiss itu selama ini sangat bergantung pada industri suku cadang kendaraan.

Ekonomi lokal Friedrichshafen bertumpu pada ZF Friedrichshafen AG, produsen suku cadang otomotif global yang menjadi pemberi kerja terbesar di kota tersebut.

Kehadiran perusahaan ini selama puluhan tahun menopang kesejahteraan warga melalui lapangan kerja bergaji tinggi, fasilitas publik yang kuat, serta infrastruktur yang memadai.

Namun, kondisi mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan global, terutama dari produsen Tiongkok, serta laju adopsi kendaraan listrik (EV) yang lebih lambat dari perkiraan, menekan kinerja industri otomotif Jerman.

ZF mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 14.000 pekerja di Jerman sepanjang 2024–2028. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari seperempat tenaga kerja perusahaan di dalam negeri.

Penurunan kinerja ZF berdampak langsung pada Friedrichshafen. Selain ketergantungan terhadap lapangan kerja, kota ini juga selama ini menikmati kontribusi ekonomi tidak langsung, termasuk dividen dan aktivitas bisnis turunan dari industri otomotif.

Kondisi Friedrichshafen mencerminkan tekanan yang lebih luas pada industri otomotif Jerman. Produsen dan pemasok besar menghadapi penurunan pada segmen kendaraan konvensional, sementara transisi ke kendaraan listrik belum sepenuhnya mampu menggantikan volume produksi lama.

Struktur ekonomi kota yang sangat terkonsentrasi pada industri suku cadang mobil membuat risiko perlambatan semakin terasa. Permintaan global yang melemah serta tantangan transformasi teknologi menambah ketidakpastian terhadap prospek jangka panjang.

Masuknya komponen otomotif dari pabrikan Tiongkok ke pasar Eropa turut meningkatkan tekanan kompetitif terhadap pemasok lokal. Dampaknya dirasakan langsung oleh basis industri tradisional di kawasan tersebut.

Meski terdapat harapan dari pertumbuhan sektor kendaraan listrik dan upaya diversifikasi industri di Jerman, peluang baru itu belum sepenuhnya menggantikan peran industri lama dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Jika diversifikasi ekonomi dan dukungan kebijakan tidak berjalan efektif, Friedrichshafen berisiko menghadapi stagnasi pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang. (*)

SourceBloomberg

Update