
batampos – Ford Motor Company dikabarkan akan menghadirkan mobil listrik baru di pasar Eropa dengan memanfaatkan platform milik Renault.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi efisiensi biaya sekaligus percepatan pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin ketat.
CEO Ford, Jim Farley, menegaskan bahwa kendaraan hasil kerja sama tersebut tetap akan mempertahankan identitas khas Ford.
“Mobil-mobil ini tetap akan memiliki swagger atau karakter khas Ford, terutama dalam hal desain dan pengalaman berkendara,” ujarnya, dikutip dari Yahoo Autos, Senin (6/4).
Kerja sama ini mencakup pengembangan dua model mobil listrik yang akan dibangun menggunakan platform EV milik Renault, termasuk arsitektur Ampere yang dirancang untuk kendaraan listrik kompak.
Kedua model tersebut dijadwalkan meluncur di pasar Eropa sekitar tahun 2028. Ford menegaskan, kendaraan yang dihasilkan tidak sekadar menjadi produk “rebadge” atau ganti logo semata.
Perusahaan memastikan mobil tetap mengusung DNA khas Ford, baik dari sisi performa maupun karakter berkendara yang menjadi pembeda dengan kompetitor.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi Ford yang mulai meninggalkan sejumlah model konvensional dan beralih fokus ke kendaraan listrik yang lebih terjangkau.
Dengan memanfaatkan platform Renault, Ford dapat menekan biaya pengembangan dan mengalihkan fokus pada diferensiasi produk, seperti desain eksterior, interior, serta peningkatan pengalaman berkendara.
Strategi tersebut mencerminkan perubahan arah bisnis Ford di Eropa yang kini menitikberatkan pada segmen mobil listrik kompak yang sedang berkembang pesat.
Kolaborasi lintas produsen seperti ini juga menjadi tren di industri otomotif global, seiring tingginya biaya riset dan pengembangan kendaraan listrik serta ketatnya persaingan, termasuk dari produsen Eropa dan Tiongkok. (*)
