
batampos – Sorot lampu meredup. Layar lebar di Bioskop Cinepolis K-Square Batam mulai menampilkan adegan pembuka yang mengangkat denyut kehidupan perantau di Kota Batam. Tepuk tangan penonton pecah ketika kredit pembuka film Sejauh Doa Cahaya Batam muncul di layar.
Industri kreatif Kota Batam kembali mencatatkan capaian baru. Organisasi solidaritas pembawa acara yang tergabung dalam Swara Kota Batam resmi meluncurkan film layar lebar perdana bertajuk Sejauh Doa Cahaya Batam melalui tim Swara Movie Project.
Gala premiere film tersebut digelar pada 13 Februari 2026 di Bioskop Cinepolis K-Square, Kota Batam. Peluncuran itu disambut antusias pelaku seni, unsur pemerintah, serta komunitas perfilman lokal.
Baca Juga: Ramalan Shio 14 Februari 2026: 6 Shio Dapat Hoki dan Nasib Baik dalam Cinta
Film yang disutradarai Alfredo Sihombing itu mengangkat esensi budaya lokal Batam yang dibalut kisah cinta, dinamika keluarga, serta potret perjuangan para perantau. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi demografis Batam sebagai kota industri yang dihuni masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Alfredo Sihombing, yang akrab disapa Bang Edo (#iniMCbatam), mengungkapkan proyek film tersebut berawal dari sebuah tantangan.
“Karya ini bermula dari tantangan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Bapak Ardiwinata, agar Swara membuat sebuah film. Sebagai insan yang cukup lama bergelut di industri film nasional sekaligus berprofesi sebagai MC, saya tertantang untuk mewujudkannya,” ujarnya usai penayangan film.
Organisasi Swara Kota Batam sebelumnya dilantik Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, pada 18 November 2025. Sejak pelantikan itu, organisasi tersebut tidak hanya aktif dalam kegiatan kepemanduan acara, tetapi juga mulai merambah seni peran sebagai wujud pengembangan kreativitas anggotanya.
Seluruh pemain dalam film ini merupakan anggota Swara yang telah melalui proses seleksi. Karakter utama, Rio dan Ralin, diperankan MC Ranto dan MC Zaza. Meski menjadi pengalaman pertama tampil dalam film panjang, keduanya dinilai mampu membawakan karakter secara meyakinkan.
Ketua Swara Kota Batam, Maharani Purba, mengaku bangga atas capaian tersebut.
“Saya sangat terharu. Di tengah berbagai keterbatasan dan kesibukan anggota sebagai MC, tim Swara Movie Project mampu menuntaskan produksi ini. Terima kasih kepada seluruh sponsor, khususnya SMA Kartini yang terlibat langsung dalam proses produksi,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, yang hadir mewakili Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam pada peluncuran film tersebut. Ia menilai film merupakan subsektor penting dalam ekosistem industri kreatif.
Baca Juga: Ramalan Shio 13 Februari 2026: 6 Shio Dihujani Hoki dan Kemakmuran
“Film adalah salah satu subsektor industri kreatif yang strategis. Melalui film ini, kita tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga memperkenalkan potensi budaya dan destinasi wisata Batam kepada khalayak luas. Ini menjadi bukti bahwa pelaku kreatif lokal mampu naik kelas,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif berbasis lokal yang dapat memperkuat citra Batam sebagai kota industri sekaligus kota pariwisata.
Meski belum ditayangkan secara komersial luas, peluncuran film berlangsung meriah. Sejumlah tokoh perfilman Batam, seniman, budayawan, serta perwakilan asosiasi pariwisata turut hadir memberikan dukungan.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat apresiasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam kepada seluruh tim Swara Movie Project sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam memajukan industri kreatif daerah. (*)
