Sabtu, 24 Januari 2026

Elon Musk Rilis Grokipedia, Saingi Wikipedia dengan Kecerdasan Buatan

Berita Terkait

Elon Musk. 

batampos – Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, resmi meluncurkan platform ensiklopedia daring baru bernama Grokipedia pada Senin (27/10) lalu. Platform ini digadang-gadang menjadi pesaing langsung Wikipedia, dengan klaim menghadirkan sumber informasi yang lebih jujur dan independen dibanding ensiklopedia berbasis komunitas tersebut.

Peluncuran Grokipedia diumumkan langsung oleh Elon Musk melalui akun pribadinya di platform media sosial X (Twitter). Dalam unggahannya, Musk menyebut Grokipedia hadir untuk menyajikan “the truth, the whole truth, and nothing but the truth” — kebenaran sepenuhnya tanpa manipulasi.

Secara tampilan, Grokipedia mengusung desain sederhana dengan bilah pencarian dan daftar sekitar 885 ribu artikel. Jumlah ini masih jauh di bawah Wikipedia yang memiliki lebih dari 7 juta artikel berbahasa Inggris, menurut laporan DW dan Business Insider.

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada cara penyusunan konten. Jika Wikipedia mengandalkan kontribusi sukarelawan dari seluruh dunia, Grokipedia sepenuhnya ditulis dan dikurasi oleh Grok, chatbot generatif milik xAI.

Pengguna tidak dapat langsung mengedit artikel. Koreksi hanya bisa diajukan melalui formulir saran di situs. Beberapa artikel bahkan dilaporkan mirip dengan versi Wikipedia, sesuatu yang diakui Musk akan dibenahi sebelum 2026.

Musk mengklaim bahwa penghapusan peran manusia akan mengurangi bias dan meningkatkan objektivitas. Namun, sejumlah pakar justru meragukan hal itu.

Associate Professor Roxana Radu dari University of Oxford menilai Grokipedia masih memiliki mekanisme pengumpulan data yang tidak sepenuhnya transparan. Ia juga menilai beberapa artikel tampak seperti kolase ide yang tidak terhubung dengan baik.

Sejumlah pengguna awal menemukan kesalahan faktual, termasuk klaim keliru terkait tokoh politik AS Vivek Ramaswamy yang disebut terlibat dalam proyek DOGE.

Reputasi Grok sebelumnya juga sempat tercoreng setelah pada Juli 2025 chatbot tersebut menghasilkan konten antisemit dan memuji Adolf Hitler. xAI kemudian meminta maaf dan menyebut kejadian itu disebabkan oleh bug perangkat lunak.

Sementara itu, Wikimedia Foundation, organisasi di balik Wikipedia, menegaskan bahwa pengetahuan yang andal tetap memerlukan kolaborasi manusia.

“Setelah hampir 25 tahun, Wikipedia berdiri sebagai proyek pengetahuan yang dibangun manusia, bukan mesin,” tulis Wikimedia dalam pernyataan resminya.

Juru bicara Wikimedia, Lauren Dickinson, menambahkan bahwa Grokipedia tetap bergantung pada basis pengetahuan manusia, termasuk dari sumber-sumber seperti Wikipedia sendiri.

Akademisi dari American University, Filippo Trevisan, turut menyoroti objektivitas Grokipedia.

“Menggantikan manusia dengan AI bukan berarti menghilangkan bias. Justru kita tidak tahu bagaimana AI menentukan apa yang benar,” ujarnya.

Selain itu, beberapa artikel Grokipedia disebut mengabaikan informasi yang menyinggung kontroversi seputar Musk dan xAI, memunculkan pertanyaan soal independensi editorial platform tersebut.

Meski kritik bermunculan, Musk tetap optimistis Grokipedia akan berkembang menjadi ensiklopedia yang lebih luas, dalam, dan akurat dibanding Wikipedia.

Pertanyaannya kini, apakah publik siap mempercayai sumber pengetahuan yang sepenuhnya dikendalikan oleh kecerdasan buatan?

Untuk saat ini, pertarungan konsep tengah berlangsung: pengetahuan kolaboratif manusia versus pengetahuan buatan mesin, dua pendekatan berbeda dalam mendefinisikan kebenaran di era digital. (*)

Update