
batampos – Dominasi Tesla sebagai produsen mobil listrik (electric vehicle/EV) terlaris di dunia resmi berakhir. Produsen otomotif asal Amerika Serikat itu harus rela turun takhta setelah disalip oleh rivalnya dari Tiongkok, BYD, yang mencatat lonjakan penjualan signifikan sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan Financial Times dan Global Times, BYD membukukan penjualan sekitar 2,25–2,26 juta unit kendaraan listrik secara global. Angka tersebut meningkat hampir 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, Tesla hanya mencatatkan pengiriman sekitar 1,64 juta unit EV. Capaian ini menurun dibandingkan tahun 2024 dan menandai penurunan penjualan tahunan Tesla untuk dua tahun berturut-turut.
Kondisi ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir Tesla tidak lagi memimpin penjualan kendaraan listrik dunia. Sejak era 2010-an, Tesla dikenal sebagai simbol dominasi global industri EV.
Faktor Penyebab Turunnya Penjualan Tesla
Sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab merosotnya posisi Tesla di pasar global. Mengutip Global Times, berikut beberapa di antaranya:
Pertama, penurunan pengiriman global. Tesla mencatat penurunan pengiriman kendaraan pada kuartal terakhir 2025 sekitar 15–16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kedua, berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat. Program kredit pajak federal senilai US$7.500 yang selama ini mendorong pembelian EV resmi berakhir pada September 2025, sehingga permintaan domestik Tesla melemah.
Ketiga, persaingan global yang semakin ketat. Produsen EV asal Tiongkok, termasuk BYD, serta merek global lainnya semakin agresif menawarkan kendaraan listrik dengan harga kompetitif dan fitur unggulan, terutama di pasar Eropa dan Asia.
Keempat, isu reputasi dan persepsi pasar. Tesla menghadapi tantangan di pasar Amerika Serikat terkait kontroversi politik hingga isu teknis, yang turut memengaruhi minat calon pembeli.
Sementara itu, BYD berhasil mempertahankan tren pertumbuhan penjualan kendaraan listrik secara konsisten. Strategi harga, efisiensi manufaktur, serta penetrasi pasar global membuat BYD semakin kokoh sebagai pemimpin pasar EV dunia.
Perubahan peta persaingan ini menandai bahwa dominasi Tesla sebagai ikon kendaraan listrik global mulai dipertanyakan. Keberhasilan BYD menunjukkan bahwa produsen EV lain mampu menantang pemain besar dengan strategi pasar yang tepat dan efisiensi produksi yang kuat. (*)
