
batampos – Siapa sih yang bisa lepas dari gadget di zaman sekarang? Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, rasanya tangan tidak bisa jauh dari gadget.
Gadget diperlukan entah itu untuk sekolah, kerja, belanja online, atau sekadar scroll TikTok dan Instagram.
Nah, masalahnya, kebiasaan ini ternyata ada efek sampingnya lho. Bukan cuma membuat mata pegal, tapi juga bisa menyerang kesehatan mental.
Tidak jarang, terlalu lama bermain gadget bisa bikin seseorang overthinking.
Untuk mengatasinya, banyak Gen Z yang mencoba tren baru yaitu digital detox. Tapi, seefektif apa sih cara ini untuk mengatasi overthinking dan membuat mental lebih sehat? Yuk, kita bahas.
Apa Itu Digital Detox?
Simpelnya, digital detox adalah rehat sejenak dari gadget maupun media sosial supaya otak kita bisa “bernapas”.
Menurut Departemen Psikologi Binus University, digital detox adalah momen dimana seseorang sengaja menjauh dari layar gadget untuk sementara waktu.
Ciri-ciri kamu butuh digital detox biasanya ditandai dengan hal ini:
• Panik kalau gadget tidak ada di dekatmu.
• Sering buka gadget padahal tidak ada notifikasi.
• Overthinking dengan jumlah like dan komentar di media sosial.
• Mood mudah turun setelah scroll media sosial.
• Takut ketinggalan informasi kalau tidak buka gadget.
• Susah tidur karena lebih memilih scroll.
• Susah fokus kalau melakukan sesuatu tanpa mengecek ulang.
Kapan Waktu Terbaik untuk Digital Detox?
Ternyata, tidak semua orang bisa langsung “puasa” full dari gadget. Apalagi kalau kegiatan harian seperti sekolah, kuliah, atau bekerja masih dilakukan secara online. Jadi, atur waktumu supaya tidak mengganggu kewajiban ya.
Tips mudahnya, seperti dilansir dari Rumah Sakit EMC adalah:
• Mulai digital detox di malam hari sebelum tidur.
• Matikan notifikasi media sosial supaya tidak ada distraksi.
• Batasi waktu memakai gadget, misalnya scroll sosial media maksimal dua jam per hari.
• Kalau perlu, uninstall aplikasi yang membuat kamu kecanduan.
Asa satu hal penting yaitu beri tahu orang terdekat sebelum melakukan digital detox. Tujuannya adalah supaya mereka mengerti kalau kamu sedang tidak bisa dihubungi untuk sementara waktu.
Apa yang Dilakukan Selama Digital Detox?
Kalau tidak main gadget, terus harus ngapain ya? Tenang. Ada banyak aktivitas seru yang bisa jadi pengganti scrolling kok, misalnya:
• Baca buku atau komik.
• Olahraga ringan seperti jogging atau yoga.
• Belajar masak.
• Jalan sore bareng teman atau keluarga.
• Main musik atau membuat karya kreatif.
• Tulis jurnal supaya bisa melihat progress detox-mu.
Manfaat Digital Detox Buat Gen Z
Kalau rutin dilakukan, digital detox bisa memberi banyak dampak positif lho. Menurut RS EMC, manfaatnya antara lain:
• Mengurangi rasa cemas dan overthinking.
• Membuat tidur lebih nyenyak.
• Meningkatkan fokus dan juga konsentrasi.
• Menambah rasa percaya diri.
• Bantu jaga kesehatan mental supaya tidak mudah stres.
Jadi, kalau kamu masih sering overthinking karena gadget, yuk mulai coba digital detox perlahan. Tidak perlu langsung berhenti total bermain gadget, cukup atur waktumu dan kasih ruang buat diri sendiri. Siapa tahu, pikiran jadi lebih tenang dan mood lebih stabil. (*)
