Minggu, 25 Januari 2026

Daewoong Tekankan Pentingnya Penurunan Kolesterol Jahat Secara Berkelanjutan untuk Mencegah Serangan Jantung dan Stroke

Berita Terkait

Dari kiri ke kanan, ⁠Dr. Adhitya Wardhana, MARS, Hospital Director of Medistra Hospital, Dr. dr. Birry Karim, Sp.PD, KKV (Internist & Cardiovascular)
dan Dr. Stella Melisa, CMO of Daewoong Indonesia

batampos-Daewoong Indonesia mengadakan talk show kesehatan bagi 50 pasien dislipidemia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sebagai bagian dari kampanye The Lower, The Better.

Kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga kadar kolesterol jahat atau LDL-C serendah mungkin secara berkelanjutan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Kolesterol LDL atau low-density lipoprotein cholesterol dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan memicu peradangan hingga penyempitan.

Penyakit kardiovaskular sendiri masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan sekitar 800.000 kematian per tahun menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2025. WHO juga mencatat stroke dan penyakit jantung iskemik sebagai tiga penyebab kematian terbesar di Indonesia.

BACA JUGA: 20 Tahun Bersama Indonesia, Daewoong Raih Penghargaan “Best Innovation in Biotechnology 2025” dan Kucurkan Investasi Rp5,26 Triliun

Salah satu rangkaian penting dari acara tersebut adalah pemaparan dari dr. Stella Melisa, Chief Medical Officer Daewoong Pharmaceutical Indonesia. Dalam sesi utamanya, dr. Stella menekankan dasar ilmiah dari kampanye The Lower, The Better. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data klinis, setiap penurunan LDL-C sebesar 40 mg/dL dapat menurunkan risiko kardiovaskular sekitar 20 hingga 25 persen. Ia menyebutkan bahwa panduan terbaru dari European Society of Cardiology saat ini mendorong pencapaian kadar LDL-C serendah dan sedini mungkin, terutama bagi pasien dengan risiko tinggi.

Dr. Stella juga menyoroti kondisi aktual di Indonesia, di mana angka kematian akibat penyakit kardiovaskular masih sangat tinggi. Dengan hampir 800.000 kematian per tahun, menurutnya, edukasi mengenai upaya menurunkan LDL-C bukan hanya penting, tetapi mendesak.

Ia menegaskan bahwa banyak pasien belum menyadari bahwa kolesterol jahat tidak cukup hanya dikendalikan sekali saja. Menurutnya, pencegahan efektif hanya dapat dicapai melalui pengelolaan LDL-C yang konsisten dan berkelanjutan.

Pada sesi selanjutnya, Dr. dr. Birry Karim, Sp.PD, KKV, Spesialis Kardiovaskular RS Medistra, menjelaskan bahwa banyak pasien dislipidemia belum mencapai target LDL-C yang dianjurkan.

Kurang dari 10 persen pasien berisiko sangat tinggi mencapai target 55 mg/dL. Menurutnya, hal ini biasanya disebabkan oleh dosis statin yang belum optimal, efek samping, atau penghentian obat oleh pasien. Ia juga menyoroti manfaat terapi kombinasi seperti ezetimibe dan rosuvastatin untuk membantu pasien mencapai target LDL-C dengan lebih efektif.

Daewoong telah meluncurkan kombinasi ezetimibe–rosuvastatin pertama di Indonesia dengan pilihan dosis rendah 10/5 mg serta 10/10 mg dan 10/20 mg. Variasi dosis ini memberikan fleksibilitas bagi dokter dalam menyesuaikan terapi sesuai tingkat risiko pasien sekaligus mendukung pengobatan jangka panjang.

Direktur Rumah Sakit Medistra, Dr. Adhitya Wardhana, MARS, menyatakan bahwa edukasi seperti ini penting dalam mencegah penyakit kardiovaskular. Ia menegaskan bahwa Medistra akan memperluas program pencegahan dan edukasi kesehatan bagi pasien berisiko tinggi.

Salah satu peserta, Mesya Mohamad, 49 tahun, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa penjelasan mengenai pentingnya menjaga LDL tetap rendah secara berkelanjutan menjadi pembelajaran berharga bagi dirinya dan peserta lain.

Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division sekaligus Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menutup acara dengan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dengan fasilitas medis seperti RS Medistra untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit kardiovaskular.

Rumah Sakit Medistra sebagai rumah sakit swasta premium di Jakarta Selatan terus memperkuat layanan preventif serta program skrining kesehatan dengan peralatan diagnostik modern, guna mendukung pengelolaan pasien berisiko tinggi. (*)

Update