Rabu, 21 Januari 2026

CGBIO Gaungkan K-Aesthetic ke Dunia Lewat “Meet the Master 2025” di Bali

Berita Terkait

batampos-Pulau Dewata kembali menjadi pusat perhatian dunia medis internasional. Perusahaan global asal Korea Selatan di bidang regenerative medicine, CGBIO, sukses menyelenggarakan simposium estetika medis bertaraf dunia “Meet the Master in Bali 2025” pada 17–18 Oktober 2025 lalu.

Bertempat di Bali dan bekerja sama dengan Nulook Clinic, acara bergengsi ini dihadiri lebih dari 100 profesional medis dari 23 negara — mulai dari Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Selatan — yang berkumpul untuk berbagi pengetahuan, praktik klinis, dan riset terbaru dalam dunia K-Aesthetic, estetika medis khas Korea Selatan yang kini mendunia.

CEO CGBIO, Hyun Seung Yu, menyebut acara ini sebagai “Beyond Aesthetic Movement” — sebuah gerakan global yang tidak hanya membagikan teknik estetika terkini, tetapi juga filosofi kecantikan yang berpusat pada pasien dan bukti ilmiah.

BACA JUGA: Daewoong & CGBIO Resmi Hadirkan K-Aesthetic di Indonesia: Luncurkan Solusi Estetika Total Lengkap dengan Pelatihan Dokter Lokal

Rasakan Pengalaman K-Aesthetic Tanpa Harus ke Korea Selatan

Hari pertama dimulai dengan “K-Doctor Seminar”, sesi khusus yang membuka wawasan pasien terhadap konsep Slow Aging — seni memperlambat proses penuaan dengan pendekatan ilmiah khas Korea.

Dr. Hyemi Yoo dari BIO Plastic Surgery Clinic Korea Selatan menjelaskan bahwa keberhasilan hasil estetika bukan hanya soal tindakan prosedur, melainkan bagaimana pasien menjalani perawatan setelahnya.

“Perawatan pasca-tindakan adalah kunci dari Slow Aging. Ia menentukan seberapa baik hasil prosedur dapat bertahan dan berkembang seiring waktu,” ujarnya di hadapan para peserta seminar.

Sejumlah pasien Indonesia pun mengaku antusias.

“Rasanya seperti berkonsultasi langsung di Seoul, tapi tanpa harus ke Korea. Saya jadi jauh lebih percaya diri karena komunikasi langsung dengan dokter Korea,” ujar salah satu peserta VIP.

Jeonghee Kim, Kepala Divisi Bisnis Estetika Medis di DNC Aesthetics, menambahkan bahwa edukasi langsung kepada pasien dengan pendekatan ilmiah adalah bentuk tertinggi dari profesionalisme.

“Klinik tidak lagi sekadar tempat tindakan, melainkan menjadi platform manajemen terpadu di mana pasien belajar memahami dan merawat dirinya sendiri,” katanya.

Pelatihan Kombinasi Prosedur: Dari Teori ke Praktik Nyata

Pada sesi siang, perhatian bergeser ke ruang praktik. Dalam “Hands-on Practice Session”, para dokter dari Indonesia dan berbagai negara mendapat kesempatan langka: belajar langsung teknik kombinasi prosedur ala Korea Selatan, dipandu oleh para dokter ahli dari CGBIO dan Nulook Clinic.

Dr. Hyemi Yoo menekankan bahwa prosedur kombinasi membutuhkan pertimbangan yang matang.

“Kuncinya bukan hanya pada teknik, tetapi bagaimana urutan dan kombinasi tindakan dapat memengaruhi hasil akhir pasien,” jelasnya.

Dr. Deka dari Nulook Clinic mengungkapkan bahwa pelatihan langsung memberikan pengalaman yang jauh lebih efektif dibanding sekadar teori.

“Melalui pelatihan ini saya semakin memahami pentingnya desain prosedur yang berpusat pada pasien,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Dinda dari Nulook Clinic, yang baru saja menempuh pelatihan di Korea Selatan, mengatakan bahwa kegiatan ini memperkuat kepercayaan diri para praktisi lokal.

“Feedback dari para mentor sangat membangun. Saya ingin terus belajar dalam jaringan global seperti ini,” katanya.

Kolaborasi Global dan Riset Ilmiah di Satu Panggung

Hari kedua menjadi puncak acara dengan digelarnya simposium internasional “Meet the Masters”, program akademik tahunan CGBIO yang kini memasuki tahun ketiganya.

Acara ini menampilkan lebih dari 100 dokter dari 23 negara yang berbagi pengalaman klinis, riset terbaru, dan strategi prosedural berbasis bukti ilmiah. Tiga sesi utama dihadirkan: presentasi riset klinis terbaru mengenai produk estetika CGBIO, paparan pengalaman klinis dari berbagai benua, dan diskusi tentang teknik kombinasi yang kini menjadi tren dunia.

Dr. Erivan Montilla dari Portugal menilai bahwa filler berbasis hidroksiapatit kini menjadi alternatif efektif terhadap tindakan bedah.

“Produk CGBIO memiliki potensi luar biasa dari sisi keamanan dan kemampuan pembentukan ulang,” ujarnya.

Senada, Dr. Mark Mckelvie dari Inggris menyebut bahwa seminar ini melampaui sekadar promosi produk.

“Ini bukan hanya penjelasan teoretis, melainkan forum nyata di mana para dokter saling bertukar strategi prosedural untuk hasil terbaik bagi pasien,” ungkapnya.

Donghwan Lee, Kepala Divisi Bisnis Global CGBIO, menambahkan bahwa Meet the Master menjadi pusat edukasi yang menghubungkan para ahli estetika Asia dan dunia.

“Melalui kolaborasi dengan Nulook Clinic dan dukungan global, kami membangun ekosistem pembelajaran medis yang terintegrasi,” ujarnya.

Menuju Ekosistem Estetika Medis Global yang Berkelanjutan

Menutup acara, CEO CGBIO Hyun Seung Yu menyampaikan apresiasinya kepada para peserta internasional yang turut memperkaya diskusi ilmiah dan pelatihan praktis di Bali.

“Meet the Master kali ini bukan sekadar berbagi teknik, tetapi berbagi filosofi estetika medis Korea Selatan. Kami berkomitmen untuk terus menghubungkan edukasi, tindakan klinis, dan riset demi pertumbuhan global yang berkelanjutan,” katanya.

Dengan keberhasilan penyelenggaraan Meet the Master 2025, Bali kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kolaborasi internasional di bidang estetika medis, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam membangun jembatan antara inovasi Korea Selatan dan dunia. (*)

Update