Sabtu, 24 Januari 2026

Cek 7 Manfaat Tidur untuk Kesehatan dan Jam Tidur yang Dibutuhkan

Berita Terkait

Ilustrasi tidur nyenyak (Dok. BruceMars/Unsplash)

batampos – Tidur penting untuk menjaga kesehatan yang optimal. Memperoleh cukup tidur bantu mencegah berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan depresi.

Tidur sama pentingnya dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga. Kurangnya Istirahat dapat berisiko terhadap kesehatan. Simak manfaat tidur untuk kesehatan di uraian bawah ini.

Pentingnya Cukup Tidur untuk Kesehatan

Tidur yang cukup sangat penting bagi tubuh. Dilansir Medical News Today, berikut sejumlah manfaat tidur untuk kesehatan:

1. Memiliki Memori yang Kuat

Studi 2017 memperlihatkan tidur mempunyai hubungan dengan fungsi otak. Proses pembentukan memori akan terganggu pada orang yang kurang tidur. Begitu juga dengan fokus, reaktivitas emosional, penilaian, serta pengambilan keputusan dan risiko.

Pada anak, pola tidur yang buruk akan berdampak langsung pada perilaku dan prestasi akademis mereka menurut penelitian 2015 dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry.

2. Kecerdasan yang Lebih Baik

Seseorang yang kurang tidur cenderung kesulitan mengendalikan emosi dan ekspresi.

Studi 2022 meneliti hubungan antara kualitas dan durasi tidur dengan kecerdasan emosional pada 477 peserta. Hasilnya menunjukkan orang yang tidur cukup memiliki emosional yang lebih baik, seperti mudah bersosialisasi dan berhubungan baik dengan orang lain.

3. Memperkuat Imun Tubuh

Tidur bantu memperbaiki diri dan meregenerasi sel-sel, termasuk sistem kekebalan tubuh.

Sejumlah penelitian telah menyimpulkan tidur diperlukan agar tubuh memperbaiki dirinya sendiri sehingga daya tahan tubuh meningkat.

4. Mencegah Penyakit Jantung

Hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk faktor risiko penyakit jantung. Dengan beristirahat cukup setiap malam, tubuh akan menstabilkan tekanan darahnya sendiri.

Kesehatan jantung secara keseluruhan akan terjaga dengan tidur. Risiko sleep apnea juga berkurang.

5. Menurunnya Risiko Obesitas

Tidur cukup mencegah terjadinya obesitas. Menurut penelitian 2018, orang yang sering kekurangang tidur lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan dibanding mereka yang cukup tidur.

Kadar ghrelin (hormon lapar) meninggi ketika seseorang kurang tidur sehingga dapat meningkatkan konsumsi makanan.

Kelelahan juga rentan terjadi pada orang yang kurang tidur. Pada gilirannya, ia akan lebih malas untuk berolahraga dan menjalankan pola hidup sehat.

6. Menurunnya Risiko Depresi

Meta-analisis 2016 menunjukkan insomnia menyebabkan perubahan kognitif yang mengarah pada depresi. Gangguan tidur ini juga mempengaruhi pengendalian dan stabilitas emosi.

6. Berkurangnya Peradangan

Peradangan dalam tubuh akan menurun jika kamu mendapatkan tidur yang cukup. Penelitian 2019 menemukan tingginya tingkat inflamasi pada wanita akibat waktu tidur yang tidak konsisten setiap malamnya.

Hal ini mengakibatkan terganggunya proses tubuh dalam mengelola peradangan selama tidur.

7. Penyerapan Kalori yang Lebih Sedikit

Memperoleh tidur malam yang cukup bantu tubuh menyerap lebih sedikit kalori. Uji klinis 2022 memperlihatkan konsumsi kalori lebih sedikit pada orang obesitas yang meningkatkan durasi tidurnya.

Para peneliti pun menyarankan agar mempertahankan durasi tidur yang sehat sehingga mencegah obesitas dan mendapatkan berat badan ideal.

Berapa Jam Tidur yang Dibutuhkan?

Kebutuhan tidur tiap orang berbeda tergantung usia. Makin muda seseorang maka memerlukan waktu tidur yang lebih banyak.

Berikut jam tidur harian yang direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC):

– Bayi Newborn (0-3 bulan): 14-17 jam
– Bayi (4-12 bulan): 12-16 jam
– Batita (1-2 tahun): 11-14 jam
– Balita (3-5 tahun): 10-13 jam
– Anak-anak (6-12 tahun): 9-12 jam
– Remaja (13-18 tahun): 8-10 jam
– Dewasa (18-60 tahun): 7-9 jam
– Lansia (61+ tahun): 7-8 jam.
(*)

 

SourceJPGroup

Update