
batampos – Pikiran negatif sering kali muncul tanpa disadari dan perlahan menjadi kebiasaan. Pola pikir pesimistis, mudah mengkritik, hingga selalu melihat sisi buruk dari setiap keadaan ternyata bukan bawaan lahir, melainkan hasil dari perilaku yang terus dipelihara.
Menurut psikolog kebiasaan negatif bisa dihilangkan dengan cara unlearning atau mempelajari ulang pola perilaku yang lebih sehat. Dengan mengenali dan menghentikan kebiasaan tertentu, sikap positif sebenarnya sudah ada dalam diri dan tinggal dikembangkan.
Dilansir dari laman Global English Editing, Senin (26/1), berikut adalah 8 perilaku yang perlu dihentikan jika ingin berhenti menjadi pribadi yang selalu negatif.
1. Terlalu Cepat Menarik Kesimpulan
Salah satu kebiasaan paling beracun adalah langsung menyimpulkan sesuatu tanpa bukti yang jelas. Kebiasaan ini sering membuat situasi terlihat jauh lebih buruk dari kenyataannya.
Melompat ke kesimpulan biasanya muncul dari keinginan untuk merasa memegang kendali. Namun, alih-alih memberi rasa aman, perilaku ini justru memicu kecemasan dan stres berlebihan. Belajar bersabar dan membiarkan situasi berjalan apa adanya adalah langkah penting untuk mengurangi pikiran negatif.
2. Menutupi Hal Positif dengan Pikiran Negatif
Banyak orang gagal menikmati pencapaian karena langsung memikirkan kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi. Alih-alih merayakan keberhasilan, fokus justru tertuju pada kekhawatiran dan ketakutan.
Psikologi menyarankan untuk belajar mengakui bahwa pencapaian dan tantangan bisa berjalan beriringan. Jangan biarkan potensi masalah menghapus kebahagiaan yang seharusnya dirasakan.
3. Menggeneralisasi dari Satu Pengalaman Buruk
Satu kesalahan kecil sering kali dijadikan patokan untuk menilai seluruh kemampuan diri. Misalnya, satu kegagalan dianggap sebagai bukti bahwa diri tidak kompeten.
Padahal, satu peristiwa negatif tidak mewakili keseluruhan hidup atau kemampuan seseorang. Menghentikan kebiasaan menggeneralisasi adalah kunci penting untuk membangun pola pikir yang lebih sehat.
4. Terjebak pada Kesalahan Masa Lalu
Mengulang-ulang kesalahan lama dalam pikiran hanya akan menguras energi mental. Fokus berlebihan pada masa lalu dapat menurunkan rasa percaya diri dan menghambat pertumbuhan pribadi.
Psikologi menekankan pentingnya menjadikan kesalahan sebagai pelajaran, bukan hukuman. Melepaskan masa lalu adalah langkah penting menuju kehidupan yang lebih positif.
5. Terlalu Lama Berada di Lingkungan Negatif
Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir dan emosi seseorang. Bergaul dengan orang-orang yang gemar mengeluh dan berpikiran negatif dapat menyeret pola pikir ke arah yang sama.
Mulailah mengevaluasi lingkaran sosial. Memilih untuk menjaga jarak dari pengaruh negatif bukanlah tindakan egois, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental.
6. Membiarkan Rasa Takut Mengendalikan Keputusan
Keputusan yang diambil berdasarkan ketakutan sering kali membatasi potensi diri. Ketakutan membuat seseorang hanya melihat kemungkinan terburuk dan mengabaikan peluang baik.
Psikologi menyarankan untuk mulai mengambil keputusan berdasarkan keberanian dan pertumbuhan, bukan sekadar menghindari rasa takut.
7. Terlalu Sering Menggunakan Humor Merendahkan Diri
Humor yang merendahkan diri sendiri memang sering dianggap lucu, tetapi jika dilakukan terus-menerus, dapat memperkuat citra diri yang negatif di alam bawah sadar.
Kata-kata yang diucapkan tentang diri sendiri, meski bercanda, tetap didengar oleh pikiran. Mulailah berbicara tentang diri dengan lebih menghargai dan penuh rasa hormat.
8. Menjadi Kritikus Terkeras bagi Diri Sendiri
Kebiasaan mengkritik diri secara berlebihan merupakan sumber utama pikiran negatif. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kritik diri yang tinggi berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih buruk.
Menggantinya dengan sikap welas asih terhadap diri sendiri atau self-compassion dapat membantu mengurangi sikap negatif dan meningkatkan kesejahteraan emosional.(*)
