Rabu, 1 April 2026

CapCut Rilis Dreamina Seedance 2.0, Teknologi AI Video Makin Canggih dan Realistis

Berita Terkait

Tampilan fitur Dreamina Seedance 2.0 di aplikasi CapCut yang memungkinkan pengguna membuat video otomatis berbasis AI dari teks dan gambar. Sumber gambar: x.com/Waivly.

batampos – CapCut resmi menghadirkan teknologi terbaru bernama Dreamina Seedance 2.0 sebagai bagian dari pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk pembuatan video otomatis.

Fitur ini mulai digulirkan secara bertahap kepada pengguna, termasuk di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Indonesia. Kehadiran Seedance 2.0 disebut menjadi lompatan besar dalam industri kreatif digital, khususnya bagi para kreator konten.

Melalui teknologi ini, pengguna dapat membuat video berkualitas tinggi hanya dari teks, gambar, atau referensi visual lainnya. Model terbaru ini diklaim mampu menghasilkan gerakan lebih halus, visual lebih tajam, serta sinkronisasi audio yang lebih natural dibandingkan generasi sebelumnya.

Selain itu, Seedance 2.0 mendukung konsep multimodal, di mana pengguna bisa menggabungkan berbagai elemen dalam satu proyek untuk menciptakan video yang lebih kompleks dan realistis.

Dalam keterangannya, CapCut menyebut sejumlah fitur utama yang dihadirkan dalam Seedance 2.0, di antaranya pembuatan video dari prompt teks, mengubah gambar menjadi video, hingga pengeditan klip otomatis berbasis AI.

Pengguna juga dapat menghasilkan video pendek dengan berbagai rasio layar sesuai kebutuhan platform, sehingga memudahkan distribusi konten di berbagai media sosial.

Teknologi ini disebut mampu memahami alur visual dan menjaga konsistensi konten, sehingga proses produksi menjadi lebih cepat tanpa perlu pengeditan manual yang rumit.

Saat ini, Seedance 2.0 masih tersedia secara terbatas dan diluncurkan bertahap untuk pengguna berbayar (Pro). Beberapa negara yang sudah mendapatkan akses awal meliputi Indonesia, Filipina, Thailand, dan Malaysia.

Pengembangan ini merupakan bagian dari ekosistem ByteDance yang juga akan mengintegrasikan Seedance 2.0 ke berbagai fitur CapCut seperti AI Video dan Video Studio, serta platform lain seperti Dreamina.

Untuk mencegah penyalahgunaan, ByteDance turut menerapkan sejumlah pembatasan, termasuk larangan penggunaan wajah asli tanpa izin serta pelanggaran hak cipta.

Kehadiran teknologi ini diprediksi akan semakin mempermudah kreator dalam menghasilkan konten video berkualitas tinggi secara cepat dan efisien. (*)

Update