
batampos – Dua organisasi konsumen asal Belanda, Consumentenbond dan Stichting Car Claim, resmi menggugat produsen mobil asal Jerman, BMW, karena diduga menggunakan perangkat lunak curang pada kendaraan diesel buatannya.
Kedua organisasi tersebut menuding BMW telah memasang software khusus yang membuat mobil diesel produksinya tampak lebih ramah lingkungan saat diuji, dibandingkan dengan kondisi sebenarnya di jalan raya.
“Mobil diesel BMW menunjukkan emisi nitrogen oksida (NOₓ) jauh lebih rendah dalam pengujian resmi dibandingkan pemakaian nyata,” tulis laporan NL Times, dikutip Rabu (12/11).
Menurut Consumentenbond dan Stichting Car Claim, praktik tersebut menyesatkan konsumen karena BMW mengklaim produknya aman dan ramah lingkungan, padahal hasil uji di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Diperkirakan, sekitar 100.000 mobil diesel BMW yang dijual di Belanda antara 1 Januari 2009 hingga 1 September 2019 menggunakan perangkat lunak tersebut.
Penyelidikan di Belanda, Jerman, Prancis, dan Inggris mengungkap bahwa software dalam kendaraan itu menurunkan emisi nitrogen oksida hanya selama pengujian laboratorium, sehingga mobil tampak memenuhi standar emisi Uni Eropa.
“Sungguh memalukan bagaimana BMW menipu otoritas pengujian dan konsumen. Perusahaan harus bertanggung jawab. Kami menuntut BMW memberi kompensasi kepada konsumen yang dirugikan,” ujar Direktur Consumentenbond, Sandra Molenaar.
Kedua organisasi konsumen menuntut BMW untuk menarik kembali kendaraan yang menggunakan software curang.
Kemudian memodifikasi mobil agar sesuai dengan peraturan emisi yang berlaku tanpa menurunkan performa mesin.
Dan, memberikan kompensasi finansial kepada seluruh pemilik dan mantan pemilik kendaraan terdampak.
“Meskipun proses hukum telah dimulai, kami tetap membuka ruang dialog agar tercapai solusi yang adil bagi semua pihak,” kata Ketua Stichting Car Claim, Guido van Woerkom.
Skandal manipulasi emisi ini mengingatkan publik pada kasus serupa yang menimpa Volkswagen pada 2015, di mana produsen itu terbukti menggunakan software curang. Stichting Car Claim sebelumnya telah mencapai kesepakatan kompensasi dengan Volkswagen pada September lalu.
Proses hukum serupa kini juga tengah berjalan terhadap Citroën, Dacia, Mercedes-Benz, Opel, Peugeot, dan Renault atas dugaan penggunaan perangkat lunak curang emisi. (*)
Reporter: Juliana Belence
