
batampos – Memang menikmati video lucu di waktu senggang dapat memberikan rasa senang setelah lelah melakukan aktivitas seharian.
Masalahnya tidak semua orang mampu mengatur waktu ketika menggunakan ponsel mereka untuk menemukan rasa senang.
Saat terlalu sering membuka media sosial, urusan penting seperti pekerjaan dan waktu istirahat bisa tersisihkan.
Jika sudah memasuki fase tersebut, kamu perlu lebih waspada, karena bisa jadi kamu sedang mengalami brain rot.
Memang istilah brain rot sering dikaitkan dengan jenis konten animasi kecerdasan buatan (AI) dalam format meme.
Namun, kenyataannya brain rot merupakan fenomena penggunaan internet yang kronis.
Maka dari itu, melansir informasi dari kanal Youtube Psych2Go, mari ketahui tanda-tanda orang yang sudah terkena brain rot.
1. Menghabiskan waktu untuk media sosial saja
Apakah kamu sering menghabiskan waktu untuk menggulir lini masa media sosial?
Jika sudah secara tak sadar terus menerus berpindah aplikasi media sosial dan me-refresh tampilan terus menerus, kamu mungkin sudah memasuki fase negatif penggunaan internet berlebihan.
Siklus tanpa henti ini berasal dari sifat adiktif internet itu sendiri. Semakin banyak waktu yang dihabiskan dalam sebuah media sosial, semakin besar pengaruhnya terhadap mental dan otakmu.
2. Sulit fokus dan rentang perhatian memendek
Sudah mulai merasa sulit fokus dalam waktu yang lama? Mengonsumsi konten yang serba cepat ini membuat kita sulit untuk memperhatikan konten yang komprehensif.
Otak sudah terbiasa untuk mengonsumsi aliran informasi singkat dan mendapatkan kepuasan instan.
Alhasil, kamu lebih sulit untuk fokus pada tugas yang memerlukan perhatian lebih.
3. Respons kognitif melambat
Otak memproses informasi lebih lambat ketika kamu terjangkiti brain rot. Otak kesulitan untuk mengimbangi banjir informasi, sehingga reaksi otak menjadi lambat dan sulit mengerjakan tugas yang kompleks.
Akhirnya, kamu kesulitan untuk berpikir kritis atau cepat karena kelebihan beban informasi yang dangkal dan tidak penting.
4. Kehilangan minat pada aktivitas lain
Ketika ponsel sudah menjadi sumber hiburan utama, kamu mulai kehilangan minat pada hobi yang biasa dilakukan.
Perhatikan berapa banyak waktu yang sudah kamu habiskan untuk membuka ponsel ketika menonton film atau televisi.
Perilaku semacam ini berkontribusi karena kamu tidak mampu menjaga fokus dan mental terhadap aktivitas yang dilakukan.
Akhirnya, tangan secara otomatis menggenggam ponsel untuk membanjiri kognitif otak yang mengering di saat melakukan aktivitas lain.
5. Lupa waktu
Kamu mungkin mulai memeriksa ponsel hanya untuk beberapa menit, namun menyadari bahwa berjam-jam telah berlalu dan sudah membuang waktu lebih banyak.
Ini pun berdampak pada pekerjaan dan proses belajar. Tanggung jawab yang diemban bisa terbuang karena waktu sudah dihabiskan untuk media sosial.
6. Mudah cemas saat tidak menggenggam ponsel
Apa kamu merasa cemas, kesal, atau mudah tersinggung saat tidak mampu mengakses media sosial?
Jika terputus dari internet menyebabkan frustasi atau stres, itu adalah tanda bahwa otakmu sudah bergantung pada internet.
Fenomena ini bisa menjadi mekanisme pelarian untuk menghindari stres dalam kehidupan nyata atau emosi negatif, seperti kesepian atau kecemasan.
Kalau sudah menghabiskan berjam-jam di media sosial dan merasa terlalu lelah untuk melakukan apa pun, sudah waktunya untuk melakukan perubahan! (*)
