Senin, 26 Januari 2026

Berbaring Setelah Makan Bikin GERD Makin Parah

Berita Terkait

Ilustrasi asam lambung kambuh. (freepik)

batampos – Langsung rebahan setelah makan adalah kebiasaan yang tampak sepele, namun bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), tindakan ini bisa menjadi bumerang.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)–RS Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, menegaskan bahwa posisi berbaring usai makan meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan.

“Tekanan di dalam lambung semakin besar, apalagi kalau habis makan langsung tiduran. Ini sering terjadi, makan sambil rebahan nonton drama Korea, akhirnya memicu reflux disease,” ujar Prof. Ari kepada wartawan, Kamis (14/8).

Menurutnya, tiduran membuat GERD menjadi lebih parah karena asam lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan, menyebabkan sensasi panas di dada (heartburn) dan rasa tidak nyaman.

Tak hanya itu, obesitas menjadi faktor yang memperparah risiko GERD. Lemak di area perut menambah tekanan pada lambung sehingga isi lambung lebih mudah terdorong naik.

“Obesitas jelas membuat tekanan di perut meningkat. Kalau ini dikombinasikan dengan langsung tiduran setelah makan, risikonya jadi berlipat ganda,” jelasnya.

Prof. Ari juga menyoroti gaya hidup modern yang semakin memicu GERD. Konsumsi alkohol, rokok, kopi berlebihan, stres, hingga pola makan tinggi daging merah dan makanan asin dapat memicu peningkatan produksi asam lambung.

“Kalau ada pilihan daging atau ikan, saya akan pilih ikan. Karena makan daging bisa meningkatkan sekresi asam lambung,” katanya.

Ia menjelaskan, stres juga bukan sekadar faktor emosional, melainkan memiliki efek langsung pada fungsi lambung. Saat stres, tubuh memproduksi hormon tertentu yang memicu peningkatan asam lambung.

“Kita sering mengabaikan ini, padahal hubungan stres dengan asam lambung itu nyata,” tegas Prof. Ari.

Untuk mengurangi risiko kambuhnya GERD, ia merekomendasikan beberapa langkah sederhana seperti menghindari berbaring minimal 2–3 jam setelah makan, mengurangi konsumsi alkohol, rokok, kopi, makanan asin, dan daging merah, memilih ikan atau sumber protein rendah lemak, hingga menjaga berat badan ideal.

Termasuk juga menjaga atau mengelola stres dengan baik melalui olahraga ringan, meditasi, atau aktivitas yang menenangkan.

“Perubahan gaya hidup sederhana bisa membuat perbedaan besar bagi penderita GERD. Jangan menunggu sampai gejalanya parah baru mengubah kebiasaan,” pungkasnya. (*)

SourceJPGroup

Update