
batampos – Gas air mata sering digunakan aparat untuk mengendalikan massa saat terjadi kerusuhan. Meski disebut “gas”, sebenarnya zat ini berbentuk partikel kimia padat yang disebarkan ke udara dalam bentuk kabut. Jenis yang paling umum adalah gas CS (chlorobenzylidenemalononitrile) dan CN (chloroacetophenone).
Begitu terhirup atau terkena kulit, gas air mata menimbulkan reaksi cepat, seperti mata terasa perih terbakar, pandangan kabur, hidung dan tenggorokan perih, sesak napas, batuk, hingga ruam pada kulit.
Efek tersebut biasanya berlangsung beberapa menit, tetapi tanpa penanganan yang benar bisa menimbulkan komplikasi lebih lanjut. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi paparan gas air mata, dirangkum dari Hellosehat.com, Alodokter.com, dan Cdc.gov, Senin (1/9).
1. Segera Jauhi Sumber Paparan
Keluar dari zona terpapar secepat mungkin. Gas air mata lebih pekat di permukaan tanah, sehingga usahakan bergerak ke area terbuka atau tempat yang lebih tinggi dengan ventilasi udara baik.
2. Lepas Pakaian yang Terkena
Pakaian dapat menyimpan partikel gas. Segera lepaskan, sebaiknya dengan digunting agar tidak melewati kepala. Masukkan ke kantong plastik tertutup agar tidak menyebar kembali.
3. Gunakan Alat Pelindung
Dalam hal menghindari paparan gas air mata, Anda juga memerlukan beberapa alat yang dapat membantu seperti gas mask (topeng gas), escape hood dan safety goggles. Jika tidak ada, Anda bisa mengenakan kacamata hitam dan masker sebagai penggantinya.
4. Cuci Tangan dan Wajah dengan Sabun dan Air
Mandi dengan sabun dan air mengalir, termasuk wajah serta rambut, untuk menghilangkan residu kimia. Jangan gunakan air panas karena bisa membuka pori-pori kulit dan memperburuk iritasi.
5. Bilas Mata dengan Air atau Saline
Jika mata terkena gas tersebut, bilas selama 10–20 menit menggunakan air bersih atau larutan saline (NaCl 0,9%). Hindari menggosok mata. Untuk gas jenis CS yang sulit larut air, bisa menggunakan sabun lembut atau sampo bayi agar iritasi cepat berkurang.
6. Cari Pertolongan Medis Jika Parah
Jika gejala tidak mereda, seperti sesak napas hebat atau luka pada kornea, segera cari bantuan medis. Dokter mungkin memberikan terapi tambahan seperti obat tetes mata anestesi atau inhalator.
Lantas, bagaimana dengan pemakaian odol atau pasta gigi? Hal ini sering dilakukan oleh para demonstran saat bersiaga menghadapi gas air mata, dengan mengoleskan odol di bawah mata dan dekat hidung.
Apakah Odol (Pasta Gigi) Efektif Mengatasi Paparan Gas Air Mata?
Belakangan beredar klaim bahwa mengoleskan odol di sekitar mata atau wajah bisa menangkal gas air mata. Namun, dari sisi medis, hal ini tidak benar dan bahkan berbahaya.
Tidak ada bukti ilmiah bahwa pasta gigi bisa melindungi dari paparan gas air mata. Menurut panduan medis seperti Riot Medicine dan laporan forum kesehatan, odol justru bisa “menjebak” partikel gas pada kulit sehingga memperparah iritasi.
Jadi, menggunakan odol bukan solusi. Cara yang paling efektif adalah tetap mengikuti langkah pertolongan pertama yang benar, yakni menjauh, menggunakan pelindung, mencuci tubuh dengan sabun, membilas mata dengan air atau saline, dan segera mencari bantuan medis bila diperlukan. (*)
