Minggu, 25 Januari 2026

Bau Badan Bikin Nggak Pede? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Ilustrasi bau badan yang mengganggu aktivitas. (Freepik)

batampos – Bau badan sering kali dianggap sepele, padahal bagi sebagian orang bisa menurunkan rasa percaya diri bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini biasanya muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Namun, dalam dunia medis, masalah bau badan tidak sesederhana itu.

Ada beberapa kondisi terkait keringat yang bisa menjadi penyebab utama mengapa seseorang memiliki aroma tubuh yang kurang sedap.

Dilansir dari kanal YouTube Ini Kata Dokter, ia membagikan masalah keringat yang sering terjadi pada manusia lengkap dengan cara mengatasinya

Masalah Keringat dalam Dunia Medis

Dokter menjelaskan bahwa ada tiga masalah utama terkait keringat yang bisa memengaruhi tubuh seseorang:

1. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah kondisi di mana seseorang mengeluarkan keringat berlebih tanpa sebab yang jelas, misalnya telapak tangan yang selalu basah meski tidak sedang beraktivitas berat.

Walaupun cukup mengganggu, keringat dari hiperhidrosis biasanya tidak berbau, sehingga masalah utamanya lebih pada rasa tidak nyaman akibat kelembaban yang berlebihan.

2. Kromhidrosis

Kondisi ini cukup langka. Penderitanya mengeluarkan keringat yang berwarna, biasanya disertai sensasi gatal dan panas di area tertentu, seperti ketiak.

Walau jarang ditemukan, kromhidrosis bisa mengurangi kualitas hidup karena membuat penderitanya merasa tidak percaya diri.

3. Bromhidrosis

Inilah kondisi yang paling sering dikaitkan dengan bau badan.

Bromhidrosis terjadi karena produksi keringat berlebih dari kelenjar apokrin yang bercampur dengan bakteri di kulit sehingga menghasilkan bau tidak sedap.

Kondisi ini biasanya mulai muncul setelah pubertas dan lebih banyak dialami oleh laki-laki, orang dengan obesitas, serta individu dengan kulit gelap.

Faktor Penyebab Bau Badan

Selain kondisi medis di atas, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu bau badan, seperti:

  • Hormon, terutama saat masa pubertas atau perubahan hormon tertentu.
  • Genetik, dimana kecenderungan bau badan bisa diturunkan dari orang tua.
  • Makanan, karena beberapa jenis makanan memiliki senyawa yang memicu aroma tajam saat dikeluarkan bersama keringat.
  • Makanan yang sering dikaitkan dengan bau badan antara lain bawang putih, bawang merah, cabai, merica, cuka, keju, lobak, susu fermentasi, ikan asin, hingga daging merah.

Cara Mengatasi Bau Badan

Kabar baiknya, bau badan bisa diatasi dengan langkah sederhana jika dilakukan secara rutin. Berikut beberapa cara yang dianjurkan dokter:

  • Mandi secara rutin, terutama setelah beraktivitas yang menyebabkan banyak berkeringat.
  • Membersihkan ketiak dan mencukur bulu ketiak, agar bakteri tidak mudah berkembang.
  • Mengganti pakaian yang basah karena keringat, supaya tubuh tetap segar dan terhindar dari bau.
  • Menggunakan sabun antibakteri, untuk membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab bau badan.
  • Menghindari atau membatasi makanan tertentu yang memicu bau badan.
  • Menggunakan deodoran, antiperspirant, atau parfum untuk menekan produksi keringat sekaligus memberi aroma segar pada tubuh.

Bau badan memang bisa mengganggu, tetapi dengan pemahaman yang tepat mengenai penyebabnya, kita bisa mencegah dan mengatasinya.

Mulai dari menjaga kebersihan diri, memperhatikan pola makan, hingga memilih produk perawatan tubuh yang sesuai, semua bisa membantu mengurangi bau badan secara efektif.

Jadi, kalau kamu sering merasa tidak nyaman dengan aroma tubuh, jangan ragu untuk mencoba langkah-langkah di atas agar tetap segar dan percaya diri sepanjang hari. (*)

SourceJPGroup

Update