
batampos — Mercedes-Benz resmi mengumumkan pergantian posisi Chief Designer atau Head of Design. Mulai 1 Februari 2026, posisi tersebut akan diemban oleh Bastian Baudy, menggantikan Gorden Wagener yang telah hampir tiga dekade berkiprah di pabrikan otomotif asal Jerman itu.
Bastian Baudy saat ini menjabat sebagai Chief Design Officer di divisi Mercedes-AMG. Ia akan mengambil alih seluruh tanggung jawab desain global untuk merek Mercedes-Benz, termasuk lini kendaraan konvensional, performa tinggi, hingga kendaraan listrik.
Sementara itu, Gorden Wagener akan resmi meninggalkan Mercedes-Benz pada 31 Januari 2026 atas permintaan pribadinya. Wagener pertama kali bergabung dengan Mercedes-Benz pada 1997 dan menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam membentuk identitas visual merek tersebut di era modern.
Selama masa jabatannya, Wagener dikenal sebagai sosok di balik filosofi desain “Sensual Purity”, yang mengubah wajah Mercedes-Benz dari gaya konservatif menjadi lebih emosional dan ekspresif.
Filosofi ini menekankan keseimbangan antara bentuk elegan, permukaan bersih, serta perpaduan rasionalitas dan emosi.
Pendekatan tersebut diterapkan pada berbagai model ikonis Mercedes-Benz, mulai dari A-Class, S-Class, hingga model performa tinggi seperti AMG GT. Konsep Sensual Purity juga diperluas ke berbagai kendaraan konsep dan lini mobil listrik Mercedes-Benz.
Namun demikian, desain lini EQ yang mengedepankan aerodinamika ekstrem menuai respons beragam dari publik dan pengamat otomotif. Bentuknya dinilai berbeda dari estetika klasik Mercedes-Benz dan memicu perdebatan di kalangan konsumen.
Mercedes-Benz tidak secara eksplisit menyebut pergantian kepala desain ini sebagai bentuk reset strategi. Meski begitu, perubahan tersebut dinilai menjadi titik balik penting bagi arah desain merek ke depan.
Bastian Baudy yang berasal dari divisi Mercedes-AMG dikenal membawa karakter desain yang lebih agresif dan berorientasi performa.
Kehadirannya diperkirakan akan menghadirkan perspektif baru yang lebih tegas dan segar, sekaligus menjauh dari pendekatan Sensual Purity yang selama ini melekat pada Mercedes-Benz.
Pergantian ini juga terjadi di tengah sejumlah perombakan manajemen senior Mercedes-Benz. Perusahaan saat ini berada dalam fase adaptasi menghadapi persaingan industri yang semakin ketat, tekanan biaya produksi, serta tuntutan untuk tetap relevan di era elektrifikasi dan digitalisasi otomotif.
Perubahan posisi Chief Designer pada pabrikan otomotif besar seperti Mercedes-Benz diyakini akan membawa dampak signifikan terhadap identitas visual produk masa depan sekaligus strategi pemasaran global perusahaan.
Gorden Wagener sendiri meninggalkan warisan desain yang kuat melalui sejumlah model ikonis yang memperkuat citra Mercedes-Benz di pasar global.
Ke depan, banyak pengamat berharap Mercedes-Benz mampu memadukan warisan desain klasiknya dengan pendekatan yang lebih kontemporer dan eksperimental, khususnya pada pengembangan kendaraan listrik dan teknologi masa depan. (*)
