Kamis, 1 Desember 2022

Bahaya Obat Diet yang Sebabkan Sering Buang Air. Ini Kata Ahli Gizi

Berita Terkait

 


Ilustrasi makanan sehat. (ANTARA/HO/Pexels)

batampos – Berat badan ideal jadi dambaan semua orang. Sehingga terkadang, orang mau mencoba diet apa saja supaya bisa menurunkan berat badan. Ujung-ujungnya pemakaian obat untuk diet selalu dilakukan sebagai jalan pintas.

Ahli gizi dari Rumah Sakit Siloam Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan dalam memilih obat untuk diet penurunan berat badan. Terutama yang obat untuk diet yang menjanjikan penurunan berat badan dengan cara lebih sering buang air kecil atau buang air besar.

”Tapi yang nggak setuju itu kalau menggunakan obat-obat pencahar atau obat yang menyebabkan banyak buang air kecil dan air besar. Itu saya tidak setuju karena itu tidak sesuai dengan konsep obat yang memang digunakan untuk penurunan berat badan,” katanya Rabu lalu.

Inge menjelaskan jika seseorang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, yang harus dikurangi agar bobot tubuh menjadi turun adalah lemak dan bukan cairan. Sehingga, penggunaan obat diet yang membuat seseorang sering buang air besar dan buang air kecil bukanlah solusi yang tepat.

”Kalau dia banyak buang air kecil, sebetulnya kan cairan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Orang gemuk itu bukan berarti dia harus mengurangi cairan di dalam tubuhnya. Tapi lemaknya yang kebanyakan. Itu yang harus dihilangkan,” kata Inge.

”Jadi jika memang beratnya turun menggunakan obat tersebut, itu karena cairannya yang berkurang bukan lemaknya yang berkurang. Kan nggak oke. Malah bisa menyebabkan dehidrasi atau gagal ginjal kan,” sambungnya.

Inge menyarankan jika ingin menurunkan berat badan menjadi ideal, sebaiknya konsultasi ke dokter atau ahli gizi.
”Sebenarnya kalau obat-obat diet yang memang digunakan oleh dokter-dokter gizi, itu sih oke banget ya. Memang sudah terbukti bisa membantu,” katanya. (*)

Reporter : Antara

Update