
batampos – Seekor kuda betina bernama Azura menjadi daya tarik utama wisata Gurun Pasir Busung, Desa Busung, Kabupaten Bintan. Kehadiran Azura kerap mencuri perhatian wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata pasir tersebut.
Menurut Riki, pemandu wisata di Gurun Pasir Telaga Biru, Azura dikenal sebagai kuda jinak yang digunakan untuk aktivitas menunggang kuda bagi pengunjung.
Dengan bulu mengilap dan sikap tenang, kuda berusia sekitar delapan tahun itu kerap menjadi pilihan wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berkeliling di atas hamparan pasir Gurun Pasir Busung.
“Kuda betina tersebut berasal dari Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Hewan ini resmi menjadi bagian dari objek wisata Gurun Pasir Busung sejak 2024,” kata Riki, Kamis (8/1).
Setiap hari, Azura melayani wisatawan dari berbagai daerah, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dengan langkah pelan dan stabil, Azura membawa pengunjung berkeliling kawasan gurun buatan tersebut.
“Untuk sewa naik kuda ini cukup bayar Rp50 ribu untuk durasi 15 menit. Khusus wisatawan mancanegara Rp200 ribu,” ujarnya.
Salah seorang wisatawan, Yolana (27), asal Kabupaten Kepulauan Anambas, mengaku terkesan saat pertama kali menunggangi kuda di Gurun Pasir Busung. Ia menyebut pengalaman bersama Azura menjadi momen yang tidak terlupakan.
“Baru kali ini naik kuda. Awalnya takut, tapi lama-lama jadi senang,” ujar Yolana.
Menurutnya, sikap Azura yang tenang membuat wisatawan merasa aman, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali mencoba aktivitas menunggang kuda.
Keberadaan Azura dinilai memberikan warna tersendiri bagi pengelola dan pengunjung Gurun Pasir Busung. Selain menjadi wahana wisata, Azura juga telah menjelma sebagai ikon yang memperkuat daya tarik pariwisata Desa Busung.
Dengan rutinitasnya menemani wisatawan setiap hari, Azura kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas wisata Gurun Pasir Busung dan turut mendorong peningkatan kunjungan ke kawasan tersebut. (*)
