Sabtu, 18 Juli 2026

Awas! Dapur Kotor Bisa Sebabkan 5 Penyakit Berbahaya, Ini Penjelasannya

Berita Terkait

ilustrasi dapur yang kotor. (freepik)

batampos – Dapur menjadi salah satu area di rumah yang harus selalu dijaga kebersihannya. Meski tampak bersih, berbagai peralatan dapur seperti talenan, spons pencuci piring, hingga alat masak dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, virus, dan jamur apabila tidak dibersihkan secara rutin.

Kondisi dapur yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko penyebaran kuman ke makanan dan berdampak pada kesehatan seluruh anggota keluarga.

Karena itu, menjaga kebersihan area memasak, mengganti peralatan yang sudah usang, serta menerapkan cara pengolahan makanan yang benar menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit.

Dilansir dari NDTV, berikut lima gangguan kesehatan yang dapat dipicu oleh dapur yang kotor.

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi bakteri yang paling sering terjadi. Beberapa penelitian menunjukkan sebagian kasus ISK berkaitan dengan bakteri yang berasal dari daging terkontaminasi serta praktik penanganan makanan yang tidak higienis di dapur.

Menjaga kebersihan talenan, pisau, dan tangan setelah mengolah daging mentah dapat membantu menekan risiko infeksi.

2. Keracunan Makanan

Dapur yang tidak bersih meningkatkan risiko makanan terkontaminasi bakteri berbahaya, di antaranya:

  • Salmonella, yang sering ditemukan pada daging, unggas, dan telur mentah atau kurang matang.
  • Escherichia coli (E. coli), yang dapat berasal dari daging giling kurang matang, susu yang tidak dipasteurisasi, maupun sayuran mentah.
  • Listeria, bakteri yang mampu berkembang pada suhu dingin dan ditemukan pada daging olahan, keju lunak, serta makanan laut yang disimpan tidak sesuai standar.

Infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti mual, muntah, diare, kram perut, hingga demam. Jika gejala cukup berat, segera cari pertolongan medis.

3. Gangguan Pencernaan

Selain keracunan makanan, dapur yang kurang higienis juga dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare, muntah, dan sakit perut.

Keluhan ini umumnya muncul akibat makanan yang terkontaminasi bakteri atau proses pengolahan yang tidak bersih.

4. Hepatitis A

Hepatitis A merupakan penyakit infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga sulit terdeteksi. Menjaga kebersihan dapur dan memastikan makanan diolah secara higienis menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah penularannya.

5. Luka Berisiko Terinfeksi

Lingkungan dapur yang kotor juga dapat meningkatkan risiko infeksi ketika seseorang mengalami luka atau sayatan saat memasak.

Bakteri, jamur, maupun mikroorganisme lain lebih mudah masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Karena itu, luka sebaiknya segera dibersihkan dan ditutup sebelum melanjutkan aktivitas di dapur.

Menjaga kebersihan dapur tidak hanya membuat rumah lebih nyaman, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk melindungi keluarga dari berbagai penyakit akibat kontaminasi makanan. (*)

Update