
batampos – Overdrive menjadi fitur penting pada mobil modern karena membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar saat berkendara. Fitur ini bekerja dengan menurunkan putaran mesin (RPM) meski mobil melaju pada kecepatan tinggi.
Overdrive merupakan rasio gigi dalam transmisi mobil yang membuat poros output berputar lebih cepat daripada poros input. Dengan begitu, mobil tetap bisa melaju stabil tanpa membuat mesin bekerja terlalu keras.
Pada mobil matik, overdrive umumnya berada pada gigi paling tinggi dan akan aktif otomatis ketika kecepatan sudah cukup, biasanya di atas 70 km/jam dengan beban kendaraan ringan.
Sementara itu, beberapa mobil manual memungkinkan pengemudi memilih gigi tertinggi untuk memasuki mode overdrive. Ada pula mobil yang memiliki tombol atau pengaturan khusus untuk mengaktifkan fitur ini.
Ketika overdrive aktif, rasio gigi berubah sehingga output shaft berputar lebih cepat. Efeknya, roda berputar lebih banyak dalam setiap putaran mesin.
Dikutip dari The Drive, berikut empat manfaat utama penggunaan overdrive:
1. Lebih hemat bahan bakar karena RPM mesin lebih rendah di kecepatan tinggi.
2. Mengurangi keausan mesin, sebab komponen bekerja lebih ringan.
3. Perjalanan lebih halus dan senyap karena getaran dan suara mesin berkurang.
4. Ideal untuk kecepatan stabil, terutama di jalan raya.
Namun, overdrive tidak disarankan untuk semua kondisi. Fitur ini sebaiknya dimatikan saat membawa beban berat, menanjak, melintas di jalur padat, atau ketika pengemudi membutuhkan efek engine braking.
Overdrive dirancang untuk memberi efisiensi, kenyamanan, sekaligus menjaga umur mesin. Meski begitu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi jalan dan kebutuhan berkendara. (*)
