
batampos – Senyawa Etanol kini menjadi perbincangan pada produk BBM yang diimpor oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Etanol (C₂H₅OH) merupakan senyawa alkohol yang diperoleh dari fermentasi bahan nabati seperti tebu, jagung, atau singkong.
Senyawa ini dapat bercampur dengan bensin untuk menciptakan bahan bakar campuran yang dikenal dengan istilah E10, E15, hingga E20 di mana angka menunjukkan persentase etanol dalam bensin.
“Etanol berperan sebagai penambah oksigen dalam bahan bakar. Membantu pembakaran menjadi lebih sempurna dan mengurangi emisi gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO),” tulis U.S. Energy Information Administration (EIA), dikutip dari EIA, Rabu (8/10).
Fungsi Etanol dalam Bahan Bakar
Etanol memiliki fungsi dalam sistem bahan bakar kendaraan:
1. Meningkatkan angka oktan agar mesin bekerja lebih efisien tanpa detonasi
2. Menurunkan emisi polutan
3. Menggantikan sebagian bensin fosil
4. Mendukung energi terbarukan
Dampak Etanol terhadap Mesin Kendaraan
Penggunaan etanol dalam BBM juga memiliki tantangan teknis:
1. Konsumsi bahan bakar meningkat sedikit
Nilai etanol lebih rendah dibanding bensin, kendaraan menggunakan lebih banyak bahan bakar untuk jarak tempuh yang sama (sekitar 3 – 5% lebih tinggi untuk E10).
2. Kemungkinan korosi dan penyerapan air
Etanol bersifat menyerap air, sehingga kendaraan lama dengan sistem bahan bakar logam rentan terhadap karat jika tidak disesuaikan.
Dengan potensi menekan emisi dan ketergantungan impor minyak, penerapan BBM berbasis etanol seperti E10 atau E20 dapat menjadi langkah strategis menuju transportasi yang lebih hijau dan efisien di Indonesia.(*)
Reporter: Juliana Belence
