Senin, 19 Januari 2026

Apa Itu Cairan Rem? Pengertian dan Jenis Cairan Rem Paling Aman untuk Kendaraan

Berita Terkait

Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Cairan rem adalah komponen vital dalam sistem pengereman kendaraan, baik mobil maupun motor. Meski perannya sangat penting, banyak pemilik kendaraan masih belum memahami fungsinya secara detail.

Cairan rem bekerja meneruskan tekanan dari pedal rem ke sistem pengereman. Karena sifatnya yang tidak bisa dikompres, tekanan dari pedal dapat langsung diteruskan untuk menjepit cakram dan menghentikan putaran roda.

Agar dapat bekerja optimal, cairan rem didesain dengan karakteristik khusus: tahan tekanan tinggi, tahan panas, dan stabil terhadap perubahan suhu.

Sistem pengereman modern menggunakan cairan rem yang diklasifikasikan berdasarkan standar Department of Transportation (DOT), dikutip dari Gone Touring. Berikut jenis-jenisnya:

1. DOT 3

Berbasis glycol ether dengan titik didih sekitar 205°C (kering) dan 140°C (basah).

Umumnya dipakai pada kendaraan harian, namun mudah menyerap air, sehingga perlu lebih sering diganti.

2. DOT 4

Berbasis glycol ether dan borate ester, memiliki titik didih 230°C (kering) dan 155°C (basah).

Lebih tahan panas dan kelembapan dibanding DOT 3, cocok untuk mobil modern atau kendaraan yang sering menghadapi pengereman berat.

3. DOT 5

Menggunakan basis silikon, dengan titik didih 260°C (kering) dan 180°C (basah).

Keunggulannya adalah tidak menyerap air dan aman untuk kendaraan yang jarang dipakai. Cairan ini juga tidak merusak cat bila tumpah.

4. DOT 5.1

Berbasis glycol ether dan ester, dengan performa yang mendekati DOT 5.

Mampu bekerja pada suhu tinggi, cocok untuk kendaraan berat, sporty, atau yang membutuhkan pengereman intens.

Mana yang Cocok untuk Kendaraan Anda?

DOT 3 dan DOT 4: ideal untuk mobil harian.

DOT 5.1 atau DOT 4: direkomendasikan untuk kendaraan berat atau performa tinggi.

DOT 5: sesuai untuk kendaraan klasik atau yang jarang digunakan.

Pemilihan cairan rem sangat penting. Bila titik didih cairan terlalu rendah, cairan dapat mendidih dan menimbulkan gelembung gas yang membuat rem gagal bekerja.

Pemeriksaan rutin wajib dilakukan agar performa pengereman tetap optimal dan keselamatan berkendara terjaga.(*)

Reporter: Juliana Belence

Update