
batampos – Rebellion Developments resmi mengumumkan proyek gim terbarunya bertajuk Alien: Deathstorm, yang mengusung konsep horor aksi di koloni luar angkasa dengan ancaman mematikan.
Pengumuman gim ini disampaikan dalam ajang Xbox Partner Preview dan langsung menarik perhatian pecinta game karena menghadirkan pengalaman survival ekstrem di tengah badai misterius serta serangan makhluk alien.
Alien: Deathstorm merupakan gim aksi horor sudut pandang orang pertama (first-person) yang menggabungkan elemen tembak-menembak cepat dengan nuansa horor intens. Pengalaman bermain disebut sebagai sesuatu yang “raw dan visceral” dengan tekanan konstan dari lingkungan maupun musuh.
Dalam gim ini, pemain akan berperan sebagai seorang Combat Engineer, yakni petugas penyelamat yang dikirim ke koloni luar angkasa setelah komunikasi tiba-tiba terputus.
Misi utama pemain adalah mengungkap penyebab hilangnya kontak tersebut sekaligus menyelamatkan sebanyak mungkin korban yang masih bertahan hidup.
Salah satu elemen utama dalam gim adalah fenomena “Deathstorm”, yakni bencana atmosfer berskala planet yang menghantam koloni tanpa peringatan. Badai ini mengubah kondisi lingkungan secara drastis dan memaksa pemain beradaptasi dengan cepat untuk bertahan hidup.
Gameplay Alien: Deathstorm memadukan eksplorasi, survival, dan aksi tembak-menembak dalam tempo cepat. Gim ini disebut sebagai perpaduan sejati antara shooter dan survival horor, dengan ancaman lingkungan yang terus berubah.
Alien: Deathstorm dijadwalkan meluncur pada tahun 2027 dan akan tersedia di PlayStation 5, Xbox Series X/S, serta PC. Gim ini juga akan hadir melalui layanan Xbox Game Pass serta mendukung ekosistem Xbox Play Anywhere.
Kehadiran Alien: Deathstorm menjadi langkah baru bagi Rebellion dalam memperluas portofolio mereka di luar formula tembak-menembak taktis yang dikenal lewat seri Sniper Elite.
Studio tersebut kini mulai serius menggarap genre aksi horor dengan skala produksi yang lebih besar. (*)
