
batampos – Saat mengalami demam, tubuh memerlukan asupan makanan yang dapat membantu menjaga energi, memenuhi kebutuhan cairan, dan mendukung proses pemulihan. Pada kondisi ini, makanan yang ringan, mudah dicerna, serta kaya cairan dan nutrisi lebih dianjurkan dibandingkan makanan yang berat.
Demam menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat dan pernapasan. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, risiko dehidrasi dapat meningkat dan memperburuk kondisi tubuh. Karena itu, memilih makanan yang mengandung air, elektrolit, vitamin, dan protein dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama masa pemulihan.
Perlu diingat, makanan tidak menggantikan pengobatan. Namun, pola makan yang tepat dapat menjadi bagian dari perawatan pendukung saat tubuh melawan infeksi. Berikut tujuh makanan yang baik dikonsumsi saat demam.
1. Semangka
Semangka mengandung sekitar 90 persen air, sehingga efektif membantu menjaga hidrasi tubuh. Buah ini juga mengandung kalium dan magnesium, dua mineral penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
Teksturnya yang lembut membuat semangka mudah dicerna, terutama ketika nafsu makan menurun saat demam.
2. Mentimun
Mentimun terdiri dari sekitar 96 persen air, menjadikannya salah satu sayuran dengan kandungan air tertinggi.
Mengonsumsi mentimun dapat membantu menambah asupan cairan harian, meski tidak menggantikan kebutuhan minum air putih atau larutan rehidrasi. Mentimun juga ringan di perut dan cocok dijadikan camilan saat tubuh sedang tidak fit.
3. Stroberi
Stroberi mengandung sekitar 90 persen air dan kaya akan vitamin C, yang berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.
Satu porsi stroberi sekitar 140 gram dapat memenuhi hampir seluruh kebutuhan vitamin C harian orang dewasa. Namun, buah ini sebaiknya dihindari bagi orang yang memiliki alergi terhadap buah beri.
4. Air Kelapa
Air kelapa merupakan sumber elektrolit alami seperti kalium, magnesium, dan sedikit natrium.
Kandungan tersebut membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi otot, saraf, dan jantung selama tubuh mengalami demam. Meski demikian, air kelapa bukan obat penurun demam, melainkan pelengkap untuk mencegah dehidrasi.
5. Greek Yogurt
Greek yogurt mengandung protein tinggi dan sekitar 81 persen air, sehingga baik untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi saat tubuh sedang melawan infeksi.
Selain protein, makanan ini juga mengandung kalsium dan kalium yang bermanfaat untuk menjaga fungsi tubuh selama masa pemulihan.
6. Tomat
Tomat memiliki kandungan air sekitar 95 persen dan kaya akan vitamin C serta likopen, antioksidan yang membantu mendukung sistem imun.
Tomat dapat dikonsumsi dalam bentuk sup, salad, atau olahan lainnya yang hangat agar lebih mudah diterima tubuh saat demam.
7. Kaldu Hangat
Kaldu merupakan salah satu makanan yang paling sering dianjurkan saat demam karena mudah dicerna dan membantu menggantikan cairan serta elektrolit yang hilang melalui keringat.
Selain membantu menjaga hidrasi, kaldu hangat juga lebih nyaman dikonsumsi ketika nafsu makan menurun atau muncul rasa mual.
Tips Pola Makan Saat Demam
Selain memilih makanan yang tepat, beberapa hal berikut juga penting dilakukan saat demam:
- Minum air putih secara cukup untuk mencegah dehidrasi.
- Konsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering jika nafsu makan berkurang.
- Pilih makanan yang lembut dan mudah dicerna.
- Hindari makanan yang terlalu berminyak, pedas, atau tinggi gula bila membuat perut tidak nyaman.
- Segera periksa ke dokter jika demam berlangsung lebih dari tiga hari, suhu tubuh sangat tinggi, atau disertai sesak napas, penurunan kesadaran, atau gejala berat lainnya.
Dengan menjaga asupan cairan dan nutrisi, tubuh memiliki dukungan yang lebih baik untuk melawan infeksi dan mempercepat proses pemulihan. (*)
