Jumat, 10 Juli 2026

Sering Lewatkan Sarapan? Ini 5 Efeknya bagi Kesehatan dan Aktivitas Sehari-hari

Berita Terkait

Ilustrasi sarapan di pagi hari. (Pinterest/Brutus)

batampos – Sarapan menjadi salah satu waktu makan penting yang membantu tubuh mendapatkan energi untuk memulai aktivitas. Meski terlihat sebagai kebiasaan kecil, terlalu sering melewatkan sarapan dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi fisik maupun mental.

Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan di pagi hari, kadar gula darah dapat mengalami perubahan yang berpotensi membuat seseorang merasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan lebih mudah lapar. Kondisi ini juga dapat memicu keinginan mengonsumsi makanan berlebih pada waktu berikutnya.

Selain memengaruhi energi, kebiasaan tidak sarapan juga dapat berdampak pada metabolisme, suasana hati, serta kemampuan menjalani aktivitas secara produktif.

Mengutip NDTV, berikut lima dampak yang dapat terjadi pada tubuh ketika Anda sering melewatkan sarapan.

1. Konsentrasi buruk

Melewatkan sarapan sangat mengganggu tubuh dan pikiran.

Tanpa asupan pagi, otak kekurangan glukosa yang dibutuhkan untuk kinerja kognitif.

Hal ini dapat mengakibatkan masalah memori dan konsentrasi yang buruk.

2. Produktivitas rendah

Dengan berkurangnya asupan energi untuk otak, Anda mungkin akan kesulitan untuk fokus pada pekerjaan.

Melewatkan sarapan menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang secara langsung berkorelasi dengan penurunan stamina mental.

3. Mudah tersinggung

Melewatkan sarapan sering membuat Anda menjadi “hangry,” yaitu gabungan antara lapar dan marah.

Lonjakan hormon stres meningkatkan perasaan cemas dan mudah tersinggung.

4. Metabolisme lambat

Tubuh Anda menganggap kurangnya makanan di pagi hari sebagai potensi kekurangan energi.

Untuk menghemat energi, metabolisme Anda melambat, yang membuat pembakaran kalori secara efisien sepanjang hari menjadi lebih sulit.

5. Kelelahan

Setelah berpuasa semalaman, otak Anda bergantung pada makanan pertama di pagi hari untuk mengisi kembali kadar glukosa.

Melewatkan sarapan memaksa otak Anda untuk beroperasi dengan bahan bakar yang rendah.

Hal ini menyebabkan kelelahan kognitif atau kabut otak, yang membuat Anda sulit berkonsentrasi.

Kekurangan nutrisi di pagi hari juga menyebabkan penurunan energi fisik.

Nantinya Anda merasa lesu, lemah, dan lelah, bahkan jika Anda tidak melakukan pekerjaan berat. (*)

ReporterJPGroup

Update